Inggris Tak Akan Blokade Selat Hormuz, Ini Alasannya!

2 weeks ago 9

Senin, 13 April 2026 - 12:30 WIB

VIVA – Inggris tidak akan berpartisipasi dalam blokade Amerika Serikat (AS) terhadap Selat Hormuz, menurut laporan media lokal, setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan akan memblokade jalur pelayaran tersebut.

Seorang juru bicara pemerintah mengatakan Inggris tetap mendukung kebebasan navigasi dan tetap terbukanya Selat Hormuz, jalur yang penting bagi ekonomi global dan biaya hidup domestik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Selat Hormuz tidak boleh dikenakan pungutan," kata pejabat tersebut, seperti dikutip Sky News, Senin, 13 April 2026.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat konferensi pers di Washington DC, Senin, 6/4

Ia menyebut Inggris tengah bekerja secara mendesak dengan Prancis dan mitra lain untuk membangun koalisi guna menjaga kebebasan navigasi.

Diketahui, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, mengatakan negara-negara lain akan membantu AS dalam melakukan blokade angkatan laut terhadap Iran setelah negosiasi dengan Iran di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.

"Baiklah, kami akan melakukan blokade. Ini akan perlu sedikit waktu, tetapi akan segera efektif," kata Trump dalam sebuah wawancara dengan Fox News dikutip Senin, 13 April 2026.

Menurut Trump, banyak negara akan membantu AS dalam hal blokade tersebut dan pihaknya akan melakukan blokade secara penuh.

"Kami tidak akan membiarkan Iran mendapatkan uang dengan menjual minyak kepada orang-orang yang mereka sukai dan bukan kepada orang-orang yang tidak mereka sukai," kata Trump.

Blokade tersebut akan memakan waktu sedikit, tetapi akan segera efektif. Negara-negara Teluk pun sudah membantu upaya tersebut, kata Trump, tanpa menyebutkan negara-negara tersebut secara spesifik.

Dia menambahkan bahwa pihak Iran bisa saja menyatakan akan menjatuhkan satu atau dua, bahkan hingga 10, ranjau.

"Jika Anda memiliki kapal yang harganya satu miliar dolar, maka Anda akan berkata, 'Ya, saya lebih suka tidak terkena ranjau, kehilangan kapal saya atau setidaknya merusaknya parah'," kata Trump dengan menyebutnya sebagai "pemerasan".

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

AS dan negara-negara lain akan mengirimkan kapal penyapu ranjau ke Selat Hormuz untuk membersihkan ranjau yang ditinggalkan Iran.

"Kami memiliki kapal penyapu ranjau di sana. Sekarang, kami memiliki kapal penyapu ranjau bawah laut yang sangat canggih, terbaru, dan terbaik; tetapi kami juga mendatangkan kapal penyapu ranjau yang lebih tradisional. Jadi, saya mengerti Inggris dan beberapa negara lain mengirimkan kapal penyapu ranjau," ucapnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |