Inikah Alasan Iran ‘Ogah’ Sepakat dengan AS?

2 weeks ago 10

Senin, 13 April 2026 - 07:00 WIB

VIVA –Ketua Parlemen Iran, Mohammad-Baqer Qalibaf, menyatakan bahwa Washington gagal mendapatkan kepercayaan Teheran dalam perundingan di Pakistan yang bertujuan mengakhiri secara tuntas agresi AS-Israel terhadap Republik Islam Iran.

Pernyataan itu ia sampaikan melalui unggahan di X pada Minggu waktu setempat, setelah delegasi Iran dan Amerika Serikat tidak mencapai kesepakatan usai lebih dari 20 jam perundingan di Islamabad.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Qalibaf mengatakan, sebelum perundingan dimulai, ia telah menegaskan bahwa Iran memiliki itikad baik dan kemauan yang kuat. Namun, menurutnya, Iran tidak memiliki kepercayaan terhadap pihak lawan karena pengalaman dari dua perang yang dipaksakan oleh AS dan Israel.

“Rekan-rekan saya telah mengajukan berbagai inisiatif yang berorientasi ke depan, tetapi pada akhirnya pihak lawan gagal mendapatkan kepercayaan dari delegasi Iran dalam putaran perundingan ini. Amerika Serikat telah memahami logika dan prinsip kami, dan sekarang saatnya mereka memutuskan apakah bisa mendapatkan kepercayaan kami atau tidak?,” ujarnya dikutip dari laman presstv.ir, Senin 13 April 2026.

Ia juga menegaskan bahwa Iran menjalankan diplomasi yang kuat, seiring dengan kekuatan militernya, untuk mempertahankan hak-hak rakyat Iran.

Menurutnya, Teheran tidak akan menyia-nyiakan upaya apa pun untuk memperkuat hasil dari 40 hari pertahanan nasional Iran.

Qalibaf juga mengapresiasi peran Pakistan sebagai negara sahabat dan saudara dalam memfasilitasi proses perundingan antara Iran dan Amerika Serikat.

Di sisi lain, ia menyampaikan terima kasih kepada rakyat Iran yang disebutnya heroik karena menggelar aksi besar-besaran di jalanan serta mendukung tim perunding, mengikuti arahan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei.

Setelah 40 hari agresi tanpa henti dari AS dan Israel yang dimulai pada 28 Februari, Amerika Serikat secara resmi menerima proposal 10 poin dari Iran pada Rabu sebagai dasar menuju gencatan senjata permanen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selama perang tersebut, angkatan bersenjata Iran melancarkan 100 gelombang serangan balasan yang disebut berhasil, menargetkan titik-titik sensitif dan strategis milik Amerika Serikat dan Israel di seluruh kawasan.

Mereka juga memblokade Selat Hormuz bagi kapal tanker minyak dan gas yang terkait dengan pihak lawan serta pihak-pihak yang bekerja sama dengan mereka, sebagai upaya menjaga keamanan di jalur perairan strategis tersebut.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump

Survei: Mayoritas Warga AS Marah Trump Tak Punya Rencana Jelas dari Perang Iran

Mayoritas warga Amerika Serikat (AS) menyatakan khawatir dengan perang berkepanjangan di Iran dengan 68 persen menyatakan "khawatir" menurut survei YouGov

img_title

VIVA.co.id

13 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |