Insentif Ada atau Tidak, BYD Klaim Tetap Kompetitif

4 weeks ago 5

Selasa, 10 Februari 2026 - 19:06 WIB

Jakarta, VIVA – Peran insentif pemerintah masih menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan kendaraan listrik di Indonesia. Namun bagi BYD, kebijakan tersebut bukan satu-satunya penentu dalam menentukan strategi harga dan arah bisnis ke depan.

Head of Marketing PR & Government Relation BYD Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan bahwa perusahaan lebih menitikberatkan pada kualitas produk dan kepercayaan konsumen. Ia menilai, kekuatan utama justru datang dari teknologi yang ditawarkan kepada pasar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, hingga saat ini BYD masih mempertahankan harga kendaraan di level yang sama seperti tahun lalu. Meski ada dinamika di industri, pihaknya masih melakukan perhitungan sebelum mengambil keputusan terkait penyesuaian harga.

“Sampai saat ini kami masih menggunakan harga yang sama dengan tahun lalu dan belum ada perubahan walaupun kami lagi dalam proses kalkulasi,” ujarnya, dikutip VIVA Otomotif Selasa 10 Februari 2026.

BYD juga tidak ingin terlalu fokus pada persaingan harga di pasar kendaraan listrik. Strategi yang diambil adalah menjaga keseimbangan antara teknologi, fitur, dan nilai yang diterima konsumen.

Menurut Luther, pendekatan tersebut dianggap lebih sehat untuk jangka panjang. Konsumen diharapkan membeli produk karena manfaatnya, bukan hanya karena faktor harga semata.

“Kalau kami bisa memberikan produk dengan fitur tinggi, teknologi tinggi, tapi dengan harga yang affordable, kenapa tidak?” tuturnya. Ia menilai keseimbangan antara harga dan kualitas menjadi kunci penerimaan pasar.

Selain soal harga, kesiapan produksi dalam negeri juga menjadi perhatian. BYD mengungkapkan bahwa fasilitas pabriknya sudah mengantongi beberapa sertifikat penting yang menunjukkan kesiapan produksi secara teknis.

Saat ini proses yang berjalan adalah tahap commissioning, yakni penyelarasan berbagai peralatan produksi agar dapat bekerja secara presisi. Proses ini penting untuk memastikan kualitas kendaraan yang dihasilkan tetap konsisten.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Luther menjelaskan bahwa produksi lokal tidak otomatis membuat harga menjadi jauh lebih murah. Hal itu karena struktur insentif sebelumnya sudah dirancang untuk menyamakan posisi produsen baru dan lama.

“Kalau sudah TKDN, posisinya akan sama dengan insentif tahun sebelumnya, jadi tidak ada perbedaan cukup signifikan,” katanya. Struktur harga tetap akan menyesuaikan kondisi pasar serta biaya produksi.

Halaman Selanjutnya

Meski begitu, BYD memiliki komitmen untuk segera mengoperasikan pabrik tersebut. Secara bisnis, investasi besar yang sudah dikeluarkan mendorong perusahaan untuk memanfaatkan fasilitas secepat mungkin.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |