Jakarta, VIVA – Uzbekistan dikenal sebagai salah satu pusat peradaban Islam. Banyak ulama besar lahir dari wilayah ini, termasuk Imam Bukhari dan Imam Tirmidzi. Karya Imam Bukhari, Sahih al-Bukhari, menjadi salah satu kitab hadis paling otoritatif di dunia.
Pemerintah Uzbekistan merampungkan pembangunan ulang Kompleks Memorial Imam Bukhari di Samarkand, yang kini tampil megah dan modern. Presiden Shavkat Mirziyoyev langsung meninjau hasil pembangunan tersebut, yang disebut sebagai simbol kebangkitan “New Uzbekistan”.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Revitalisasi ini dilakukan untuk menghormati sosok Imam Bukhari, ulama besar pengumpul hadis yang memiliki pengaruh besar di dunia Islam. Tak hanya menjadi tempat ziarah, kawasan ini juga dirancang sebagai pusat edukasi dan pengembangan spiritual.
Kompleks yang kini membentang di area seluas 45 hektare ini menjadi salah satu ikon baru di Samarkand, dengan kapasitas kunjungan hingga sekitar 65 ribu orang per hari.
Di dalamnya berdiri masjid besar dengan kapasitas hingga 10 ribu jemaah, lengkap dengan bangunan administrasi dan aivan (serambi khas) bergaya nasional yang ditopang 154 pilar.
Daya tarik lainnya adalah museum modern yang terdiri dari sembilan paviliun. Dengan dukungan teknologi digital, museum ini menghadirkan perjalanan hidup Imam Bukhari, kontribusinya dalam ilmu hadis hingga sejarah Islam secara luas, serta dukungan jaringan telekomunikasi lengkap dan kawasan yang tertata rapi.
Samarkand, Uzbekistan.
Photo :
- UNCESCO World Heritage Centre
Melihat potensi besar itu, Hotel Kampoeng Indonesia resmi melakukan soft opening di kawasan Kompleks Memorial Imam Bukhari, Samarkand, Uzbekistan.
Hotel bintang 3 ini menjadi akomodasi pertama yang beroperasi di area yang terus berkembang sebagai destinasi utama wisata religi dan ziarah dari berbagai negara.
Kehadiran hotel ini mendapatkan sambutan positif dari Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev, yang menilai investasi tersebut sebagai bentuk penguatan hubungan ekonomi dan persahabatan kedua negara.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selain memberikan nilai tambah secara ekonomi, kehadiran Hotel Kampoeng Indonesia juga diharapkan semakin mempererat konektivitas kedua negara, khususnya dalam sektor pariwisata dan investasi.
Prosesi soft opening Hotel Kampoeng Indonesia ditandai dengan pemotongan pita yang dilakukan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Uzbekistan Siti Ruhaini Dzuhayatin, Wakil Gubernur Samarkand Rustam Kobilov, serta Kepala Eksekutif EGI Resources Erslan Gazali Ibrahim.
Halaman Selanjutnya
Dengan beroperasinya Hotel Kampoeng Indonesia, EGI Resources menegaskan posisinya sebagai perusahaan investasi asal Indonesia yang aktif mendorong ekspansi global, khususnya di sektor pariwisata dan pengembangan kawasan strategis internasional.

2 weeks ago
7



























