Iran Ancam Tutup Selat Hormuz Jika AS Lanjutkan Perang Ekonomi

3 days ago 7

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Jakarta, VIVA Iran mengancam akan memblokir pengiriman minyak melalui Selat Hormuz jika Amerika Serikat (AS) melanjutkan perang ekonominya terhadap Teheran.

Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Sekretaris Dewan Keamanan Iran Mohsen Rezaei, Ahad.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jika perang ekonomi terus berlanjut, tidak akan ada setetes minyak pun yang diekspor, baik melalui Selat Hormuz atau dari mana pun di Teluk Persia. Iran akan menganggap partisipasi atau dukungan negara manapun terhadap perang ekonomi Amerika terhadap rakyat Iran sebagai tindakan perang," ujar pejabat tersebut di X, Senin, 24 Agustus 2026.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan dimulainya operasi ekonomi terhadap Iran.

Trump menyebut operasi tersebut sebagai "isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya" dan menyerukan negara-negara sekutu untuk bergabung dengan AS.

Ketegangan antara AS dan Iran dimulai pada 28 Februari saat AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran, yang kemudian dibalas Iran dengan menyerang pihak lawan.

Pada Maret, AS dan Israel menyerang sasaran di ladang gas South Pars serta kawasan industri Assaluyeh di Iran selatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Juni lalu, Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman mengenai penghentian permusuhan. Namun, tidak lama kemudian, kedua pihak kembali saling melancarkan serangan.

Konflik tersebut hingga kini belum terselesaikan. Meski demikian, kedua pihak tidak sedang bertempur secara langsung, sementara AS mengandalkan tekanan ekonomi terhadap Iran. (Ant)

Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin

Vladimir Putin dan Donald Trump Berpotensi Ketemu di KTT APEC China, Momen Besar untuk Indonesia

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berpeluang bertemu di sela-sela KTT APEC di China pada 18-19 November 2026.

img_title

VIVA.co.id

24 Agustus 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |