Iran Batasi Hanya 12 Kapal Boleh Lintasi Selat Hormuz Per Hari, Biaya US$2 Juta

2 weeks ago 17

Minggu, 12 April 2026 - 17:00 WIB

Jakarta, VIVA Iran berencana membatasi jumlah kapal yang melintas di Selat Hormuz tidak lebih dari sekitar 12 unit per hari, dengan biaya yang berpotensi mencapai hingga US$2 juta atau sekitar Rp 34,2 miliar per kapal tanker raksasa.

Hak itu sontak membuat para pemilik kapal dari sejumlah negara langsung bernegosiasi dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), untuk dapat melintasi Selat Hormuz.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dikabarkan, sejumlah kapal yang diizinkan melintas harus melalui jalur yang telah ditentukan secara khusus, serta memperoleh izin yang diperlukan.

Pada Rabu malam, 8 April 2026, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengumumkan tercapainya kesepakatan dengan Iran mengenai gencatan senjata selama dua pekan.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, kemudian mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz, yang menjadi jalur bagi sekitar 20 persen pasokan minyak, produk petroleum/minyak bumi, dan gas alam cair (LNG) dunia.

Namun, kabar terkini menyebut bahwa Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), J.D. Vance mengatakan, kegagalan mencapai kesepakatan antara AS dan Iran dinilai lebih merugikan Teheran dibandingkan Washington.

“Kabar buruknya adalah kami belum mencapai kesepakatan. Dan saya pikir ini merupakan kabar yang jauh lebih buruk bagi Iran dibandingkan bagi Amerika Serikat,” kata Vance kepada wartawan usai perundingan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Vance yang merupakan Ketua Delegasi AS dalam pembicaraan dengan Iran di Islamabad, Pakistan, juga mengklaim bahwa AS telah menunjukkan fleksibilitas yang cukup selama proses negosiasi dengan Iran.

Dia menegaskan bahwa Washington telah dengan jelas menyampaikan garis merah serta ruang kompromi dalam perundingan tersebut. (Ant).

Delegasi perunding Iran yang dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf (kiri)

AS-Iran Gagal Sepakat, Negosiasi Dilanjutkan Lagi Sore Ini

Setelah 21 jam perundingan tanpa menghasilkan kesepakatan apapun. Sore ini Amerika Serikat dan Iran disebut akan kembali melakukan perundingan lanjutan.

img_title

VIVA.co.id

12 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |