Senin, 21 September 2026 - 14:05 WIB
VIVA –Konflik antara Amerika Serikat dan Iran masih berlangsung hingga saat ini. Setelah berbulan-bulan tanpa tanda-tanda penyelesaian, Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan peringatan keras kepada Iran.
Trump menyebut Iran akan menghadapi kehancuran ekonomi hingga kehilangan kepemimpinan jika tidak mencapai kesepakatan. Menanggapi ancaman tersebut, militer Iran memperingatkan akan memberikan balasan keras jika AS melancarkan serangan baru.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Hingga kini, belum terlihat tanda-tanda kedua pihak bersedia memberikan konsesi. Konflik tersebut justru semakin memperparah krisis energi global, menghantam berbagai sektor perekonomian Iran, dan memicu eskalasi baru di kawasan.
Dalam percakapan melalui telepon dengan seorang reporter Fox News, Trump mengatakan para pemimpin Iran harus mencapai kesepakatan. Jika tidak, Iran akan menghadapi kehancuran ekonomi atau kepemimpinannya akan dilenyapkan, menurut laporan reporter tersebut.
Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian diperkirakan berada di New York pekan ini untuk menghadiri Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Trump mengatakan dirinya terbuka untuk bertemu dengan Pezeshkian, tambah reporter Fox News tersebut.
Trump sebelumnya berulang kali melontarkan ancaman mengenai kemungkinan peningkatan eskalasi militer secara besar-besaran dalam konflik yang dimulai setelah serangan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu. Namun, sejauh ini ancaman tersebut belum diwujudkan.
Sementara itu, Komando Pusat Militer Iran memperingatkan bahwa serangan baru akan memicu aksi pembalasan berkelanjutan terhadap pangkalan dan kepentingan Amerika Serikat. Iran juga menyatakan sekutu Washington di kawasan akan dianggap sebagai pihak yang terlibat dalam konflik.
Militer Iran menambahkan bahwa pihaknya telah memperoleh informasi mengenai persiapan serangan baru, tetapi tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai informasi tersebut.
Houthi Serang Riyadh
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Melansir laman Tribune Express, sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk telah mengalami dampak besar akibat perang yang dilancarkan AS dan Israel tanpa peringatan sebelumnya. Perang tersebut membuat sejumlah kota di kawasan itu menjadi sasaran serangan Iran dan menghantam perekonomian mereka. Kondisi semakin parah setelah jalur pelayaran penting di Selat Hormuz diblokade.
Pada Sabtu, situasi semakin memburuk setelah kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman melancarkan serangan rudal dan drone ke ibu kota Arab Saudi, Riyadh. Serangan itu terjadi setelah kelompok tersebut memperoleh sejumlah kemajuan militer dalam perang saudara di Yaman yang kembali berkobar awal bulan ini.
Halaman Selanjutnya
Video Reuters menunjukkan kepulan asap hitam tebal membubung dari sekitar bandara internasional utama Riyadh setelah terdengar sejumlah ledakan pada malam hari.

1 day ago
3





















