Minggu, 12 April 2026 - 08:20 WIB
VIVA –Presiden Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa Iran memasuki perundingan dengan Amerika Serikat di Islamabad dengan tekad dan keseriusan. Tak hanya itu saja, Pezeskhian juga menegaskan bahwa keberhasilan proses ini sangat bergantung pada sikap Washington.
Dalam pernyataan resminya, Pezeshkian menekankan bahwa sikap Amerika Serikat akan sangat menentukan hasil perundingan. Ia juga mengingatkan bahwa sebelumnya Washington pernah mengkhianati komitmen diplomatik dengan Teheran, termasuk melalui tindakan agresi militer terhadap Republik Islam, yang akhirnya menggagalkan proses negosiasi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Melansir laman presstv.ir, Minggu 12 April 2026, Pernyataan ini muncul di tengah berlangsungnya perundingan antara delegasi Iran dan pihak Amerika di Islamabad, Pakistan. Pembicaraan dimulai setelah Presiden AS Donald Trump menyetujui jeda selama dua pekan dalam rangkaian serangan terbaru Amerika Serikat yang dinilai melanggar hukum terhadap Iran.
Pengumuman Trump tersebut terjadi setelah sedikitnya 99 gelombang serangan balasan dari Iran yang disebut berhasil dan terarah, yang menyasar target-target penting dan strategis milik Amerika di kawasan.
Republik Islam Iran menegaskan bahwa, sebagai bagian dari proposal gencatan senjata 10 poin yang oleh Trump disebut sebagai dasar yang dapat dijalankan untuk berunding dan kerangka utama pembicaraan ini, seluruh bentuk agresi harus dihentikan di semua lini, termasuk terhadap Lebanon.
Presiden Iran menyebut serangan rezim Israel ke Lebanon, yang sejak Rabu telah menewaskan ratusan orang, sebagai sumber utama ketegangan. Ia menilai serangan mematikan tersebut sebagai contoh nyata kejahatan perang, dan menekankan perlunya tekanan terhadap Israel dan Amerika Serikat agar serangan itu dihentikan.
Iran menolak perang, tetapi tegas dalam membela diri
Pezeshkian menegaskan bahwa Republik Islam Iran tidak pernah menginginkan ketegangan maupun perang, dan selalu mengedepankan penyelesaian masalah melalui dialog yang berlandaskan hukum internasional.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun demikian, ia menegaskan bahwa Iran tidak akan ragu untuk mempertahankan hak-haknya yang sah serta keutuhan wilayah negaranya.
Dalam konteks yang sama, Pezeshkian menyebut program rudal Iran sebagai bagian penting dari kemampuan pertahanan negara. Pernyataan ini sekaligus menegaskan kembali penolakan tegas Iran terhadap tuntutan pihak lawan dan sekutunya agar isu tersebut dijadikan bahan negosiasi.
Halaman Selanjutnya
Menutup pernyataannya, ia mengkritik sikap pasif sejumlah organisasi internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Uni Eropa, terhadap serangan tidak sah yang dilakukan pihak musuh terhadap Iran, serta agresi brutal rezim Israel terhadap masyarakat di kawasan.

2 weeks ago
13



























