Rabu, 20 Mei 2026 - 00:00 WIB
VIVA –Iran dilaporkan tengah membahas rencana sayembara untuk siapapun yang berhasil membunuh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Bagi mereka yang berhasil membunuh kedua pemimpin negara tersebut akan diganjar hadiah sebesar 58 miliar dolar atau setara Rp 1 trilun.
Berdasarkan laporan Iran Wire dan The Telegraph UK, Ketua Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Iran, Ebrahim Azizi mengatakan pihak tengah menyiapkan rancangan undang-undang 'Counter Action by the Military and Security Forces of the Islamic Republic'. Aturan itu akan mengesahkan pemberian hadiah sebesar 50 juta euro atau sekitar Rp 1,02 triliun kepada mereka yang bisa membunuh pemimpin AS dan Israel itu.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Melansir laman NDTV, Rabu 20 Juni 2026, parlemen Iran dijadwalkan akan melakukan pemungutan suara terkait rancangan undang-undang tersebut menyusul dengan serangan gabungan AS-Israel ke Tehran akhir Februari lalu yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Masih menurut Iran Wire, Azizi mengatakan bahwa Trump, Netanyahu, dan Komandan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) Laksamana Brad Cooper harus menjadi target serangan balasan atas dugaan keterlibatan mereka dalam pembunuhan Khamenei.
Anggota lain dari komisi keamanan nasional Iran, Mahmoud Nabavian, juga menyebut parlemen negaranya segera melakukan voting terkait pemberian hadiah bagi siapa pun yang bisa 'mengirim Trump dan Netanyahu ke neraka'
Laporan mengenai rencana hadiah tersebut muncul hanya beberapa hari setelah media pro-pemerintah Iran, Masaf, mengklaim bahwa rezim Iran telah menyiapkan dana sekitar 50 juta dolar atau setara Rp880 miliar untuk kampanye bertajuk “Kill Trump”.
Sebelumnya, kelompok perang siber Iran yang didukung negara bernama Handala juga merilis pernyataan bahwa mereka telah mengalokasikan dana sekitar 5 juta dolar AS atau setara Rp880 miliar untuk menghabisi dalang utama penindasan dan korupsi, yakni Trump dan Netanyahu.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Langkah itu disebut sebagai respons atas tawaran hadiah sebesar sekitar 10 juta dolar AS atau setara Rp176 miliar dari Departemen Kehakiman AS bagi siapa saja yang memberikan informasi terkait anggota kelompok tersebut.
Kelompok peretas itu mengklaim uang tersebut akan diberikan kepada individu atau kelompok yang melakukan aksi nyata terhadap kedua pemimpin negara tersebut.
Ibu Ungkap Kontak Terakhir dengan Jurnalis Thoudy Badai Sebelum Ditawan Israel
Sang ibu awalnya sempat tidak memberikan izin saat jurnalis Thoudy mengikuti pelatihan di Tunisia untuk persiapan ke Gaza, tapi diizinkan karena keyakinan anaknya.
VIVA.co.id
20 Mei 2026

3 weeks ago
10














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)