Senin, 13 April 2026 - 06:00 WIB
VIVA –Wakil Presiden Pertama Iran, Mohammad Reza Aref, menegaskan bahwa Teheran akan tetap teguh dalam mempertahankan hak-hak negaranya. Mulai dari kendali atas Selat Hormuz hingga menuntut kompensasi atas kerusakan akibat perang yang dilancarkan AS dan Israel terhadap negaranya.
Pernyataan itu disampaikan Aref melalui unggahan di akun X miliknya pada Minggu waktu setempat, setelah perundingan antara delegasi tinggi Iran dan Amerika Serikat berakhir tanpa kesepakatan usai berlangsung selama 21 jam di Islamabad, ibu kota Pakistan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Aref juga menekankan bahwa, seperti yang disampaikan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei, persatuan dan solidaritas nasional di tengah masyarakat Iran saat ini semakin menguat.
“Mulai dari kewenangan di Selat Hormuz hingga menuntut kompensasi, kami akan tetap teguh membela hak rakyat. Ini adalah komitmen kami untuk Iran yang kuat,” ujarnya seperti dikutip dari laman presstv.ir, Senin 13 April 2026.
Ia menambahkan, pemerintah Iran yang disebut sebagai pemerintah pertahanan dan Pembangunan memandang persatuan nasional sebagai aset penting untuk mendorong kemajuan sekaligus memulihkan hak-hak rakyat.
Sebagai informasi, perundingan yang digelar pada Sabtu itu dimediasi oleh Pakistan dan merupakan lanjutan dari beberapa putaran diskusi serta pertukaran proposal, namun belum menghasilkan terobosan.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, yang memimpin tim negosiasi Iran, mengatakan pada Minggu bahwa Amerika Serikat gagal mendapatkan kepercayaan Teheran selama pembicaraan berlangsung.
“Rekan-rekan saya telah mengajukan inisiatif yang berorientasi ke depan, tetapi pada akhirnya pihak lawan gagal mendapatkan kepercayaan dari delegasi Iran dalam putaran perundingan ini,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia juga menegaskan bahwa Iran menjalankan diplomasi yang kuat, seiring dengan kekuatan militernya, demi mempertahankan hak-hak rakyat Iran.
Perundingan ini berlangsung setelah pengumuman gencatan senjata selama dua minggu pada Selasa, dan bertujuan mencari solusi permanen untuk mengakhiri perang yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari, di tengah berlangsungnya pembicaraan nuklir antara Teheran dan Washington.
Perundingan AS-Iran Gagal, Trump Perintahkan Blokade Kapal di Selat Hormuz
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa militer AS siap sepenuhnya untuk menyelesaikan kekuatan Iran pada waktu yang dianggap tepat. Hal ini menyusul dengan perundingan
VIVA.co.id
13 April 2026

2 weeks ago
14



























