Minggu, 19 Juli 2026 - 06:00 WIB
Jakarta, VIVA – Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi menyatakan, Teheran memutuskan menangguhkan komitmen terhadap memorandum perdamaian, setelah menilai "Amerika Serikat melanggar komitmennya."
“AS telah melanggar dan menghentikan semua komitmennya dalam kerangka Memorandum Islamabad,” kata Gharibabadi dalam sebuah pernyataan yang disiarkan kantor berita Fars, dikutip Minggu, 19 Juli 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih
“Dengan demikian, kami juga telah menangguhkan komitmen kami. Kami tidak akan melaksanakannya karena kami sibuk mempertahankan negara ini,” ujarnya.
Diketahui, ketegangan semakin meningkat di Timur Tengah, setelah AS dan Iran tak kunjung menghentikan saling serang antara mereka.
Eskalasi militer antara kedua negara tetap meningkat, meski adanya memorandum perdamaian yang diteken pada Juni 2026 lalu yang mediasi Pakistan.
Sebelumnya, memorandum perdamaian itu dilakukan Iran dan AS, untuk mengakhiri perang dan mencapai kesepakatan damai permanen yang berkelanjutan. (Ant).
Iran Perluas Serangan ke Sekutu AS, Kuwait Jadi Sasaran, Konflik Timur Tengah Kian Memanas
Iran melancarkan serangan baru ke Kuwait, Bahrain, dan Yordania setelah serangan udara AS memasuki hari ketujuh. Ketegangan memicu lonjakan harga minyak.
VIVA.co.id
19 Juli 2026

3 weeks ago
19
















