IRGC Janji Setia pada Mojtaba Khamenei Pemimpin Tertinggi Iran yang Baru

2 days ago 2

Senin, 9 Maret 2026 - 08:34 WIB

VIVA – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan dukungannya pada hari Senin untuk Mojtaba Khamenei setelah ia terpilih sebagai pemimpin tertinggi baru negara itu oleh Majelis Pakar, dilansir Anadolu.

Dalam sebuah pernyataan, IRGC mengucapkan selamat kepada Khamenei atas terpilihnya beliau setelah kematian ayahnya, Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, pada 28 Februari dalam serangan udara gabungan AS-Israel di Teheran setelah memimpin Iran selama hampir empat dekade.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

IRGC menghormati keputusan Majelis Pakar dan berjanji setia sepenuhnya kepada pemimpin baru tersebut, dan bersumpah untuk mengikuti arahannya dan membela Republik Islam.

Putra Ali Khamenei, Mojtaba Hosseini Khamenei

IRGC menggambarkan Mojtaba Khamenei sebagai ulama yang berkualitas dan mampu membimbing negara melalui tantangan politik dan regional yang kompleks. IRGC juga mendesak rakyat Iran untuk mendukung kepemimpinan dan membela Republik Islam.

Mojtaba Khamenei, putra Ali Khamenei, terpilih sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru, demikian diumumkan oleh Majelis Pakar Iran pada hari Minggu.

Dalam sebuah pernyataan, majelis tersebut mengkonfirmasi terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi ketiga negara itu, dengan mengutip "suara yang menentukan dari para perwakilan yang terhormat" dari majelis tersebut.

"Dalam sesi luar biasa hari ini, Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei ... diangkat dan diperkenalkan sebagai pemimpin ketiga dari sistem suci Republik Islam Iran," kata pernyataan itu. 

Mojtaba Khamenei, lahir pada tahun 1969, adalah putra dari mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan gabungan AS-Israel.

Mojtaba telah banyak disebut-sebut sebagai pemimpin tertinggi yang baru bahkan sebelum pengumuman tersebut. Israel dan Amerika Serikat sama-sama mengeluarkan ancaman kepada Iran dalam hal ini.

Pada hari Rabu, Israel mengancam bahwa siapa pun yang dipilih Iran sebagai pemimpin tertinggi barunya akan menjadi "target untuk dieliminasi."

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Presiden AS Donald Trump pada hari Kamis, mengatakan kepada situs berita AS Axios bahwa "tidak dapat diterima" jika Mojtaba Khamenei menjadi pemimpin baru Iran, dan mencatat bahwa Trump sendiri harus terlibat secara pribadi dalam memilih pemimpin Iran berikutnya.

Trump juga memperingatkan bahwa jika Iran memilih pemimpin baru yang "melanjutkan kebijakan Khamenei," Amerika Serikat akan terpaksa kembali berperang "dalam lima tahun."

Halaman Selanjutnya

Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara mendadak ke Teheran dan kota-kota Iran lainnya pada 28 Februari, menewaskan Ali Khamenei, bersama beberapa anggota keluarga pemimpin tersebut, komandan militer senior Iran, dan warga sipil. Iran menanggapi melalui beberapa gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel dan aset AS di seluruh Timur Tengah.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |