Selasa, 10 Februari 2026 - 00:02 WIB
VIVA – Israel menyatakan telah memperingatkan Amerika Serikat (AS) bahwa mereka akan menyerang Iran jika AS tak kunjung menyerang Teheran. Pejabat pertahanan Israel seperti dilansir The Jerussalem Post, mengatakan Tel Aviv akan melancarkan serangan terhadap Iran tanpa persetujuan AS karena ancaman rudal balistik Iran nyata bagi mereka.
"Kami telah memberi tahu pihak Amerika bahwa kami akan menyerang sendiri jika Iran melampaui garis merah yang kami tetapkan terkait rudal balistik," kata sumber tersebut
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut laporan itu, para pejabat Israel menyampaikan kepada mitra mereka di AS bahwa program pengembangan dan produksi rudal balistik Iran merupakan ancaman eksistensial bagi otoritas tersebut.
Negara-negara Barat dan juga Israel, menganggap persenjataan rudal balistik Iran sebagai ancaman militer konvensional terhadap stabilitas kawasan.
Diketahui, Iran memiliki persediaan rudal balistik terbesar dan memiliki daya jelajah maksimal di Timur Tengah. Rudal-rudal Iran memiliki jangkauan yang ditetapkan sendiri sejauh 2.000 km. Artinya rudal Iran mampu menjangkau dan menghancurkan Israel.
Dalam beberapa pekan terakhir, niat Israel untuk menggagalkan rencana pengembangan rudal Iran telah disampaikan kepada militer AS melalui berbagai jalur, termasuk mendesak AS memasukkan program rudal balistik Teheran bagian dari perundingan terbaru dalam pembicaraan di Oman.
Selain menekan AS, militer Israel disebut telah menyiapkan rencana operasional, termasuk opsi serangan terhadap fasilitas-fasilitas produksi utama rudal balistik Iran.
Sebelumnya, Iran kemungkinan bersedia menghentikan sementara program nuklirnya, dengan imbalan pencabutan sanksi oleh Amerika Serikat, demikian dilaporkan The New York Post pada Jumat, dengan mengutip sejumlah pejabat Iran.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut surat kabar tersebut, para diplomat AS dan Iran sedang bertemu di Oman untuk membahas situasi di Timur Tengah dan mencegah eskalasi di kawasan tersebut. Pertemuan ini menandai negosiasi pertama setelah jeda berbulan-bulan yang dipicu oleh fase terbuka konflik Iran-Israel pada Juni 2025, setelah lima putaran konsultasi sebelumnya.
Delegasi Iran dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, sementara tim AS dipimpin oleh utusan khusus Presiden Donald Trump, Steve Witkoff. Menjelang pembicaraan pada Jumat, kedua delegasi mengadakan pertemuan terpisah dengan Menteri Luar Negeri Oman Badr Al Busaidi, menurut laporan dari media pemerintah Iran.
Halaman Selanjutnya
Presiden Trump mengatakan pada Januari bahwa "armada besar" sedang menuju Iran, menambahkan bahwa ia berharap Teheran akan setuju untuk bernegosiasi dan menandatangani kesepakatan "adil dan merata" yang melibatkan penghentian total senjata nuklir.

5 hours ago
2












:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483201/original/035595200_1769341364-WhatsApp_Image_2026-01-25_at_17.53.37.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5256901/original/039184800_1750294371-ChatGPT_Image_Jun_19__2025__07_35_10_AM.jpg)




