Jakarta, VIVA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan, sebanyak 64,5 persen dari 65,5 juta UMKM di Indonesia dikelola oleh perempuan. Namun seiring meningkatnya skala perusahaan, jumlah perempuan sebagai pemilik usaha justru makin berkurang.
Direktur Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan Kementerian Komunikasi dan Digital, Marroli J. Indarto mengatakan, hal itulah yang membuat pemerintah terus memperkuat kapasitas sekaligus jejaring perempuan pelaku usaha.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Upaya itu pun diwujudkan Komdigi melalui Talkshow "She-Connects: Perempuan Go Digital, UMKM Go Beyond", yang diikuti sekitar 250 perempuan dari kalangan UMKM, komunitas bisnis, perguruan tinggi, dan ekosistem digital di Surabaya, Jawa Timur.
UMKM Binaan Pertamina.
Photo :
- Dokumentasi Pertamina.
Marroli menegaskan pentingnya memperkuat peran perempuan pelaku UMKM, agar mampu berkembang dan naik kelas melalui pemanfaatan teknologi digital.
"Ketika kita bicara tentang UMKM perempuan, kita sesungguhnya tidak sedang berbicara mengenai kelompok ekonomi yang kecil atau pelengkap, namun angka yang besar," kata Marroli dalam keterangannya, Kamis, 30 Juli 2026.
Menurutnya, perempuan selama ini telah menjadi tulang punggung ekonomi keluarga, sekaligus penggerak utama ekonomi kerakyatan. Karenanya, pemberdayaan perempuan pelaku UMKM perlu terus diperkuat, agar mampu memperluas skala usahanya.
Namun, besarnya jumlah pelaku UMKM perempuan yang mencapai sekitar 37 juta orang menurut data OJK, belum diikuti dengan kesempatan yang setara untuk berkembang.
"Angka yang besar belum selalu berarti peluang yang setara. Ini yang perlu kita garisbawahi, bukan soal perempuan tidak mampu bertumbuh, tetapi soal tangga yang mereka panjat lebih sedikit pijakan," ujar Marroli.
Karenanya, melalui penyelenggaraan acara talkshow ini, Kemkomdigi berharap bukan menjadi sekadar ajang sharing pengalaman, tapi bagaimana membangun koneksi, memperkuat kapasitas, dan membuka jalan.
"Kemitraan dan jaringan yang kuat akan membuka lebih banyak peluang bagi perempuan, untuk mengembangkan usaha serta meningkatkan daya saing di era digital," ujarnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber inspiratif, yakni Womanpreneur dan Influencer Ayana Jihye Moon, Founder Doesoen Roti dan The Overtee Stefani Angelia, serta Founder Namira Ecoprint Yayuk Agustin.
Mereka berbagi pengalaman membangun usaha, memanfaatkan teknologi digital, dan memperluas pasar melalui inovasi serta kolaborasi.
Perempuan Indonesia Diminta Jadikan Perkembangan Teknologi Sebagai Peluang Belajar dan Berinovasi
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sekretariat Jenderal DPD RI mengajak perempuan menjadikan perkembangan teknologi sebagai peluang untuk terus berkembang.
VIVA.co.id
30 Juli 2026

6 days ago
2


















