VIVA – Gelombang kontroversi yang menerpa FIFA semakin sulit dibendung. Di tengah ramainya skandal penjualan saham Piala Dunia, kini muncul tudingan baru yang jauh lebih serius.
Federasi Sepak Bola Yordania (JFA) mengklaim FIFA diduga menggunakan pendanaan sebagai alat untuk menggalang dukungan bagi Presiden FIFA, Gianni Infantino.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Tuduhan tersebut diungkap langsung oleh Presiden JFA, Pangeran Ali bin Al Hussein, melalui akun media sosial X pada Selasa, 4 Agustus 2026. Pernyataan itu muncul ketika posisi Infantino mulai diguncang setelah sejumlah federasi sepak bola Eropa menarik dukungan terhadap pencalonannya untuk periode berikutnya.
Laporan The Guardian menyebutkan, semakin banyak federasi yang mempertanyakan kepemimpinan Infantino pasca mencuatnya kontroversi terkait penjualan saham Piala Dunia. Federasi Inggris, Wales, Finlandia, Serbia, hingga Yunani dikabarkan siap menentang Infantino dalam Kongres FIFA tahun depan.
Namun, yang paling mengejutkan datang dari pengakuan Yordania. Pangeran Ali mengungkap bahwa federasinya hingga kini belum menerima hadiah untuk tim nasional Yordania setelah berhasil menjadi finalis FIFA Arab Cup di Qatar pada Desember lalu.
"Kami sedang menunggu uang hadiah untuk pemain kami sejak Desember setelah turnamen FIFA Arab Cup di Qatar," tulis Pangeran Ali.
Ia mempertanyakan mengapa FIFA terus membicarakan besarnya kekuatan finansial organisasi tersebut, tetapi pembayaran yang menjadi hak federasinya justru belum juga diterima.
"Uang yang seharusnya diterima tim kami setelah mencapai final belum dikirimkan, sedangkan pada saat yang sama FIFA berkoar tentang begitu banyak miliaran yang mereka punya."
Tak berhenti di situ, Pangeran Ali kemudian melontarkan tudingan yang jauh lebih serius. Menurutnya, selama berbulan-bulan FIFA tidak memberikan solusi atas persoalan tersebut. Bahkan, ia mengaku mendapat pesan secara lisan saat berlangsungnya Piala Dunia 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Sampai hal itu disampaikan pada saya secara lisan saat Piala Dunia bahwa jika saya mendukung Infantino, mereka akan membereskan segala urusan federasi kami."
Pangeran Ali menegaskan Yordania tidak akan mengubah sikapnya. "Kami menjunjung tinggi nilai etika di Yordania. Kami tidak mendukung dirinya sebelumnya dan tentu saja tak akan mendukungnya sekarang."
Halaman Selanjutnya
Di tengah derasnya kritik terhadap Gianni Infantino dari sejumlah federasi dunia, Indonesia justru mengambil arah berbeda.

1 hour ago
3


















