Jaga Kualitas Makanan, BGN Luncurkan Aplikasi Reviu Pelaksanaan MBG

2 weeks ago 5

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:15 WIB

Jakarta, VIVA Badan Gizi Nasional (BGN) resmi meluncurkan aplikasi Reviu Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai langkah mengawasi dan mencegah kejadian menonjol yang sempat dialami sejumlah penerima manfaat MBG. 

Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya mengatakan aplikasi Reviu Pelaksanaan MBG ini akan menjadi alat kontrol masyarakat terkait kualitas menu MBG yang disalurkan ke sekolah-sekolah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia pun berharap, aplikasi Reviu Pelaksanaan MBG dapat memperkuat pengawasan program MBG yang telah berjalan 1 tahun 4 bulan ini. 

Adapun dalam sambutannya, Sony mengakui selama pelaksanaan program MBG masih ditemukan sejumlah kejadian menonjol seperti siswa yang mengalami sakit perut usai mengonsumsi menu MBG. Menurut dia, kasus itu umumnya dipicu oleh pelanggaran standar operasional prosedur (SOP).

“Sebagaimana kecelakaan lalu lintas senantiasa diawali dari pelanggaran, demikian juga kejadian menonjol terkait dengan konsumsi MBG senantiasa diawali dengan adanya pelanggaran SOP,” ucap Sony.

Badan Gizi Nasional (BGN) meluncurkan aplikasi Reviu Pelaksanaan MBG

Photo :

  • Yeni Lestari/VIVA

Maka dari itu, BGN akhirnya meluncurkan aplikasi Reviu Pelaksanaan MBG sebagai sistem pencegahan dini berbasis pengawasan masyarakat. 

Aplikasi itu, kata Sony, nantinya wajib digunakan oleh penanggung jawab alias Person in Charge (PIC) sekolah yang menerima distribusi MBG.

“Aplikasi yang akan kita luncurkan saat ini merupakan wujud nyata untuk menampung kontrol dari masyarakat,” tutur dia.

Lebih lanjut, PIC sekolah nantinya akan melakukan penilaian terhadap makanan yang datang, mulai dari ketepatan waktu distribusi, aroma makanan, rasa, hingga variasi menu. PIC itu di antaranya adalah guru, kepala posyandu, hingga pemuka agama. 

“Ketika MBG datang, PIC akan melakukan penilaian. Pertama, apakah MBG datang tepat waktu atau tidak? Kedua, melakukan tes organoleptik. Makanan dicium, wajar atau tidak?” ungkap dia.

Sony bahkan mencontohkan evaluasi variasi menu agar siswa tidak bosan menerima olahan telur setiap harinya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lebih lanjut, Sony menjelaskan aplikasi Reviu Pelaksanaan MBG memiliki empat parameter utama, yakni ketepatan waktu distribusi, kesegaran makanan, rasa makanan, dan variasi menu. Keempat aspek itu ditujukan untuk meningkatkan kesadaran seluruh pihak yang terlibat dalam program MBG.

“Tujuannya adalah untuk meningkatkan awareness kepada KSPPG, pengawas gizi, dan mitra bahwa makanan yang Anda produksi dan distribusikan kepada anak-anak kita harus tepat waktu. Kedua, harus segar atau fresh. Ketiga, baik dan enak untuk dimakan. Dan keempat, bervariasi supaya tidak membosankan,” ujar Sony.

Halaman Selanjutnya

Ia berharap sistem pengawasan berbasis aplikasi tersebut bisa menekan bahkan mencegah terjadinya kasus makanan bermasalah di masa mendatang.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |