Selasa, 25 Agustus 2026 - 18:25 WIB
VIVA – Pakistan menyatakan bahwa ada 'kemajuan signifikan' setelah Kepala Staf Angkatan Pertahanan merangkap Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Besar Asim Munir berkunjung ke Teheran untuk mendorong dimulainya kembali perundingan langsung antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Pakistan Mohsin Naqvi yang mendampingi Asim Munir mengatakan pertemuan dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian berlangsung positif dan produktif.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Jenderal Besar dan saya mengadakan pertemuan yang sangat positif dan produktif dengan Presiden Iran. Kemajuan signifikan telah dicapai. Kami tetap berharap momentum ini dapat membuka jalan bagi kemajuan lebih lanjut dan perdamaian yang langgeng di kawasan," kata Naqvi, seperti dikutip dari Anadolu Ajansi, Selasa, 25 Agustus 2026.
Mendagri juga mengatakan pembicaraan membahas konflik Iran-AS, ketegangan di Timur Tengah, langkah ke depan, serta tindakan yang diperlukan kedua pihak untuk memulihkan Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad sebagai landasan menuju penyelesaian menyeluruh konflik.
Menurutnya, Pezeshkian secara terbuka menyampaikan perspektif dan kekhawatiran Pemerintah Iran. Kedua pihak kemudian melakukan pertukaran pandangan yang konstruktif mengenai berbagai persoalan tersebut. Jenderal Besar Asim Munir kembali ke Pakistan setelah melakukan kunjungan sehari ke Teheran.
Dalam kunjungan itu, ia bertemu Pezeshkian, Ketua Parlemen sekaligus kepala perunding Iran Bagher Ghalibaf, perwakilan Pemimpin Tertinggi Iran di Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Mohsen Rezaei, serta Mendagri Eskandar Momeni.
Pemerintah Iran mengapresiasi peran Pakistan yang disebut "konstruktif" serta upaya tulus Islamabad dalam memfasilitasi dialog, deeskalasi, dan penyelesaian konflik secara damai.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Kedua pihak juga bertukar pandangan mengenai perdamaian regional dan cara mencapai penyelesaian sengketa melalui perundingan," bunyi keterangan resmi dari Angkatan Bersenjata Pakistan.
Pakistan hingga saat ini masih menjadi mediator atau penengah untuk meredam konflik Amerika Serikat (AS) dengan Iran. Sosok Jenderal Besar Asim Munir berada di balik aksi tersebut. Bahkan, Presiden AS Donald Trump yang angkuh saja mempercayainya sebagai mediator ulung dan teman diskusi soal Selat Hormuz.
Ancaman AS ke China Jika Nekat Berbisnis dengan Iran
AS memperingatkan China dan negara lain atas risiko sanksi sekunder yang semakin tinggi jika mereka berbisnis dengan Iran, seiring kampanye memutus jalur ekonomi Iran
VIVA.co.id
25 Agustus 2026

57 minutes ago
1
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

