VIVA – Dunia kerja terus mengalami perubahan. Jika sebelumnya berpindah pekerjaan atau job hopping kerap dianggap sebagai cara untuk mendapatkan gaji lebih tinggi, pengalaman baru, hingga mempercepat jenjang karier, kini muncul kecenderungan yang justru berlawanan.
Fenomena tersebut dikenal sebagai job hugging. Istilah ini menggambarkan pekerja yang memilih tetap bertahan di pekerjaan saat ini meski sebenarnya merasa kurang puas, kurang tertantang, atau melihat kesempatan berkembang yang terbatas.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Tren ini banyak dilakukan oleh Gen Z dan milenial, terutama ketika kondisi pasar kerja membuat keputusan untuk resign terasa semakin berisiko.
Apa itu job hugging?
Melansir dari Fast Company, Kamis, 26 Agustus 2026, job hugging adalah kondisi ketika seseorang mempertahankan pekerjaannya bukan semata-mata karena merasa bahagia atau puas, melainkan karena pekerjaan tersebut dianggap lebih aman dibandingkan mengambil risiko mencari pekerjaan baru.
Fenomena ini berbeda dengan job hopping. Dalam job hopping, pekerja secara aktif berpindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain untuk mengejar peluang yang dinilai lebih baik. Sementara dalam job hugging, pekerja justru memilih bertahan, bahkan ketika pekerjaan tersebut sudah tidak sepenuhnya sesuai dengan harapan.
Tren ini semakin mendapat perhatian ketika pasar tenaga kerja menghadapi ketidakpastian. Gen Z bahkan disebut sebagai kelompok dengan keinginan bertahan yang tinggi dalam salah satu survei yang dikutip Fast Company.
Kenapa Gen Z dan milenial melakukan job hugging?
1. Takut kehilangan sumber penghasilan
Alasan paling sederhana adalah kebutuhan finansial. Ketika biaya hidup tetap berjalan, pekerjaan yang sudah dimiliki memberikan kepastian berupa gaji dan berbagai fasilitas. Berhenti tanpa pekerjaan pengganti dapat menimbulkan risiko finansial yang tidak kecil. Karena itu, sebagian pekerja memilih bertahan meski merasa tidak terlalu bahagia. Pekerjaan yang kurang ideal tetap dianggap lebih baik daripada harus menghadapi periode menganggur.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
2. Pasar kerja semakin tidak pasti
Ketidakpastian ekonomi dan melambatnya perekrutan membuat pekerja lebih sulit mengambil keputusan. Ketika lowongan yang sesuai semakin terbatas, resign dari pekerjaan lama tidak lagi terasa sebagai langkah sederhana. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong munculnya job hugging. Pekerja menilai alternatif di luar perusahaan belum tentu lebih baik daripada posisi yang sudah mereka miliki.
Halaman Selanjutnya
3. Khawatir dengan perkembangan AI

4 hours ago
2
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

