Juda Agung sebut Pertumbuhan Ekonomi 2025 Buka Lapangan Kerja secara Signifikan

4 weeks ago 6

Selasa, 10 Februari 2026 - 13:30 WIB

Jakarta, VIVA – Wakil Menteri Keuangan, Juda agung menegaskan, pertumbuhan ekonomi nasional di tahun 2025 yang sebesar 5,11 persen khususnya di kuartal IV-2025 yang sebesar 5,39 persen, telah memberikan impact pada aspek kesejahteraan masyarakat utamanya dalam hal ketersediaan lapangan kerja.

Menurutnya, hal itu dapat dilihat dari hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) per tiga bulan, dimana survei terakhir pada bulan November 2025 telah menunjukkan bahwa angka keterbukaan lapangan kerja meningkat cukup signifikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Karena pertambahan tenaga kerja itu mencapai sekitar 1,4 juta (orang) di dalam satu kuartal itu. Jadi itu antara survei di Agustus dengan survei di November," kata Juda dalam acara 'Economic Outlook 2026' di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa, 10 Februari 2026.

Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung

Photo :

  • [Mohammad Yudha Prasetya]

Dia menjelaskan, pertumbuhan lapangan kerja itu terbilang signifikan, karena umumnya dalam setahun itu rata-rata pertambahan tenaga kerja hanya sekitar 3 juta orang.

"Nah, ini dalam satu kuartal kenaikannya sampai 1,37 juta (orang). Artinya memang pertumbuhan ekonomi menciptakan lapangan kerja yang lebih baik di triwulan IV. Inilah momentum yang harus kita dorong di kuartal I-2026 ini juga," ujarnya.

Meskipun mengaku kurang puas dengan pertumbuhan ekonomi nasional di tahun 2025 itu, namun Juda masih mensyukuri capaian tersebut. Meskipun di sisi lain, Dia meyakini bahwa sebenarnya potensi pertumbuhan ekonomi nasional di tahun 2025 itu bisa melebihi capaian-capaian tersebut.

"Belum puas, tapi perlu kita syukuri. Belum puasnya itu karena dia masih di bawah potensialnya. Pertumbuhan 5,39 persen di kuartal IV-2025 itu masih di bawah potensinya, jadi artinya masih bisa didorong," kata Juda.

Namun, Dia menegaskan bahwa capaian itu juga memiliki sisi positifnya tersendiri. Misalnya seperti fakta bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025 yang sebesar 5,39 persen, adalah pertumbuhan tertinggi di kuartal IV sejak 2022 ketika terjadi rebound dari COVID-19. Karena setelah rebound itu, rata-rata pertumbuhan ekonomi menurutnya memang agak lemah karena hanya di sekitar angka 5 persen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jadi pertumbuhan sekarang (kuartal IV-2025) di 5,39 (persen) itu saya kira achievement yang patut kita syukuri," ujar Juda.

Kemudian sisi positif kedua, apabila dibandingkan dengan negara-negara lain seperti misalnya China, pertumbuhan ekonominya di kuartal IV-2025 lalu nyatanya hanya mencapai sekitar 4,5 persen.

Halaman Selanjutnya

"Dan dibandingkan dengan negara-negara G20 yang lain, kita salah satu negara yang tinggi pertumbuhannya. Jadi saya kira ini suatu momentum yang sangat bagus dan ini perlu kita dorong," ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |