Jumlah Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah 3 Orang, BNPB: Total 103 Orang

1 day ago 5

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:59 WIB

Jakarta, VIVA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali memperbaharui total jumlah korban jiwa hingga hari ini, Selasa, 25 Agustus 2026, atau hari ke-11 penanganan pascabencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan melaporkan, tercatat penambahan jumlah korban jiwa sebanyak 3 orang, sehingga totalnya menjadi 103 orang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pada hari ini kami mencatat ada penambahan 3 jiwa meninggal dunia, (sehingga total korban jiwa) menjadi 103 orang," kata Berton dalam telekonferensi pers, Selasa, 25 Agustus 2026.

Rumah rusak akibat gempa NTT

Dia merinci, dengan pembaharuan data korban jiwa tersebut, maka korban jiwa terbanyak dari bencana gempa bumi NTT tercatat berada di wilayah Manggarai dan Manggarai Timur.

"Yang terbesar ada di Manggarai yakni sebanyak 41 (korban jiwa), kemudian di Manggarai Timur 34 (korban jiwa), disusul Nagekeo dan kabupaten lainnya," ujar Berton.

Sementara jika dilihat dari jenis kelamin, BNPB mencatat bahwa korban jiwa perempuan tercatat mencapai 55 persen, dan laki-laki sebanyak 45 persen. Lalu jika dilihat dari kelompok umur, jumlah korban terbesar berasal dari kelompok lansia yakni sebesar 45 persen, dewasa 37 persen, anak-anak dan remaja sebanyak 12 persen, dan sisanya dari kelompok batita.

Sementara untuk korban luka-luka, BNPB melaporkan bahwa terdapat tambahan 63 orang korban luka, sehingga totalnya adalah sebesar 1.666 orang. Dimana jumlah korban luka terbanyak berada di wilayah Manggarai Timur, dengan luka berat sebanyak 239 orang dan luka ringan sebanyak 404 orang.

"Kemudian diikuti Kabupaten Manggarai, dengan korban luka berat sebanyak 58 orang dan luka ringan sebanyak 474 orang," kata Berton.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara untuk jumlah pengungsi, Berton melaporkan bahwa total jumlah pengungsi hingga saat ini mencapai 185.113 orang pengungsi, baik pengungsi secara mandiri maupun pengungsi yang terpusat.

"Sampai hari ini kami mencatat pengungsi yang baru sebanyak 4.804 orang. Dimana paling banyak terdapat di Manggarai, Nagekeo, Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan selanjutnya ada di Sika, Endeh, Daun, Ngada," ujarnya.

Ilustrasi penipuan

Penipu Makin Pintar Manfaatkan Aplikasi, Ini Modus Baru yang Bisa Menguras Rekening

Penipu kini memanfaatkan aplikasi palsu, malware, dan tautan berbahaya untuk mencuri data hingga menguras rekening. Kenali modusnya dan simak cara melindungi akun anda.

img_title

VIVA.co.id

25 Agustus 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |