Jutaan Jemaah Haji Berkumpul di Padang Arafah, Bersiap Wukuf

2 weeks ago 5

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:40 WIB

VIVA – Lebih dari 1,5 juta jemaah haji dunia berkumpul di padang Arafah pada siang hari 9 Zulhijah/Selasa, 26 Mei 2026, untuk menjalani wukuf yang menandai puncak ibadah haji tahun 1447 H/2026 M. Sebagian besar jemaah haji telah meninggalkan hotel mereka di Mekkah, menuju Mina untuk melaksanakan Hari Tarwiyah pada hari Senin, mengikuti sunah Nabi Muhammad SAW.

Di Mina, para jemaah haji melaksanakan mabit dengan menunaikan salat Zuhur, Ashar dan Isya di Mina pada waktu yang telah ditentukan, tetapi dalam bentuk yang dipersingkat atau dijamak qasar. Sedangkan untuk salat Maghrib yang tidak bisa disingkat dilakukan seperti biasa.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Para peziarah bermalam di tenda Mina pada Senin malam, dan setelah melakukan salat Subuh, mereka mulai meninggalkan Mina dan menuju ke Arafah untuk wukuf, yang menandai puncak ibadah haji. 

Jemaah haji Indonesia berada di tenda jelang wukuf di Arafah 2026

Berbeda dengan mayoritas jemaah haji Indonesia yang langsung diberangkatkan dari hotel menuju tenda-tenda Arafah pada Senin pagi, dalam tiga tahap pemberangkatan. Kini, seluruh jemaah haji mulai berkumpul di Arafah menjelang puncak ibadah haji.

Adapun waktu wukuf di Arafah menurut pendapat mayoritas ulama, dimulai dari tergelincirnya matahari (waktu zhuhur) pada tanggal 9 Zulhijah sampai fajar terbit pada tanggal 10 Zulhijah. 

Perbanyak Ibadah, Doa Diijabah

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang juga Musyrif Diny PPIH 2026, KH Asrorun Niam Sholeh mengingatkan bahwa momentum wukuf adalah waktu krusial yang harus diisi dengan pendekatan diri secara total kepada Allah SWT.

"Wukuf di Arafah adalah rukun utama dalam ibadah haji. Tanpa kehadiran fisik di Arafah pada tanggal tersebut, ibadah haji tidak sah. Karena itu, perlu kesiapan fisik dan mental yang matang," kata Niam di Mekkah, Senin, seperti dilansir MUI Digital.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Guru Besar Ilmu Fikih UIN Jakarta itu menekankan bahwa Hari Arafah merupakan waktu yang sangat istimewa, di mana rahmat Allah turun dan doa-doa dikabulkan. Oleh karena itu, ia  meminta jamaah tidak menyia-nyiakan waktu selama berada di tenda Arafah dengan aktivitas yang kurang bermanfaat.

Niam juga mengimbau kepada jeamaah haji untuk memperbanyak amalan spiritual secara intensif, seperti membaca Alquran dan shalawat, berdzikir dan melakukan salat sunnah serta melakukan muhasabah. 

Halaman Selanjutnya

"Hari Arafah adalah hari yang mustajab di tempat yang mustajab. Sebaik-baik doa adalah doa di Hari Arafah. Gunakan waktu tersebut untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memohon ampun atas kesalahan, baik kepada Allah maupun kepada sesama," tegasnya. 

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |