Kabar Mengejutkan! Resident Evil Requiem Diduga Jadi Game Pertama 2026 yang Terbobol

1 week ago 8

Senin, 13 April 2026 - 20:00 WIB

VIVA – Sistem anti-pembajakan Denuvo kembali menjadi sorotan setelah laporan terbaru menyebut bahwa game Resident Evil Requiem telah berhasil dibobol sepenuhnya.

Game horor terbaru dari Capcom itu kini disebut sebagai judul pertama rilisan 2026 yang perlindungan hak ciptanya berhasil ditembus oleh pihak tidak resmi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Trailer Baru Resident Evil Requiem

Menurut laporan yang beredar di komunitas game dan media teknologi, versi Denuvo yang digunakan pada Resident Evil Requiem berhasil dihapus atau dilewati secara penuh, bukan hanya sekadar bypass sementara.

Hal ini membuat game tersebut dapat berjalan tanpa lapisan proteksi yang biasanya membatasi akses dan mengamankan aset digital di dalamnya.

Menariknya, sejumlah pengujian awal dari versi yang sudah “dibersihkan” dari Denuvo menunjukkan adanya peningkatan performa. Beberapa laporan menyebut game dapat berjalan lebih stabil dengan penggunaan CPU dan memori yang lebih rendah dibanding versi resmi yang masih memakai DRM tersebut.

Fenomena ini kembali memunculkan perdebatan lama di kalangan gamer PC: apakah sistem DRM seperti Denuvo benar-benar melindungi pendapatan pengembang, atau justru memberi dampak samping berupa penurunan performa pada sebagian game.

Denuvo sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu teknologi anti-tamper paling agresif di industri game. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, berbagai metode bypass hingga crack penuh semakin sering ditemukan lebih cepat setelah rilis game.

Bahkan, sejumlah pengamat industri menilai bahwa tujuan utama Denuvo bukan untuk membuat game “tak bisa dibajak selamanya”, melainkan hanya untuk memperlambat proses pembajakan di masa peluncuran awal, yang dianggap sebagai periode paling krusial penjualan.

Capcom sendiri bukan pemain baru dalam perdebatan soal DRM. Beberapa game sebelumnya seperti Resident Evil Village juga pernah dikritik karena performa versi resminya yang dianggap lebih buruk dibanding versi tanpa DRM. Dalam beberapa kasus, penghapusan DRM justru membuat performa game meningkat signifikan di PC.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal ini membuat sebagian gamer kembali mempertanyakan keseimbangan antara perlindungan hak cipta dan kenyamanan bermain.

Meskipun crack seperti ini tidak berdampak langsung pada pemain legal, kejadian ini tetap menjadi perhatian besar di industri game. Publisher dan pengembang biasanya mengandalkan DRM untuk melindungi penjualan awal, terutama pada minggu-minggu pertama perilisan.

Halaman Selanjutnya

Dengan semakin cepatnya teknologi bypass dan crack berkembang, banyak pihak menilai industri game perlu mencari pendekatan baru yang lebih seimbang antara keamanan dan performa.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |