Bekasi, VIVA – Kondisi Kali Bekasi kembali menjadi sorotan setelah air sungai dilaporkan menghitam, berbusa, dan mengeluarkan bau tidak sedap. Pencemaran yang terjadi berulang kali tersebut dinilai perlu mendapat penanganan lebih serius karena tidak hanya berdampak terhadap ekosistem sungai, tetapi juga berpotensi memengaruhi kualitas air baku untuk kebutuhan air bersih masyarakat.
Anggota Komisi XII DPR RI Shanty Alda Nathalia meminta Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bersama pemerintah daerah terkait memperluas penelusuran untuk memastikan sumber pencemaran Kali Bekasi dapat diidentifikasi secara menyeluruh.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Kondisi Kali Bekasi yang kembali menghitam, berbusa, dan mengeluarkan bau tidak sedap perlu menjadi perhatian serius. Persoalan pencemaran ini sudah terjadi berulang kali dan dampaknya bukan hanya terhadap kualitas lingkungan dan ekosistem sungai, tetapi juga terhadap kualitas air baku yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat,” ujar Shanty.
Menurut Shanty, pencemaran yang terus berulang menunjukkan perlunya pengawasan yang lebih kuat terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi menghasilkan limbah di sepanjang aliran Kali Bekasi maupun wilayah yang terhubung dengan sungai tersebut.
Ia juga menilai penelusuran sumber pencemar perlu dilakukan secara menyeluruh dan tidak terbatas pada satu titik. Koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi penting untuk memastikan setiap sumber pencemar dapat ditemukan dan ditangani.
“Kami mendesak Kementerian Lingkungan Hidup bersama Dinas Lingkungan Hidup pemerintah daerah terkait untuk mengusut tuntas sumber pencemaran Kali Bekasi. Penelusuran perlu terus diperluas untuk memastikan seluruh sumber pencemar dapat diidentifikasi dan pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab dapat ditindak sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Shanty menambahkan, pencemaran sungai bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga berkaitan dengan kepentingan masyarakat terhadap ketersediaan air bersih. Kualitas air baku yang menurun dapat meningkatkan beban pengolahan air sekaligus berpotensi mengganggu keberlanjutan pemenuhan kebutuhan air masyarakat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Karena itu, ia mendorong pemerintah memperkuat langkah pencegahan, termasuk pengawasan rutin, pemeriksaan terhadap aktivitas yang menghasilkan limbah, serta penegakan aturan terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.
“Pencemaran Kali Bekasi yang terus berulang menunjukkan perlunya langkah yang lebih tegas. Kami mendorong KLH dan pemerintah daerah memastikan setiap pelanggaran ditindak sesuai ketentuan, sekaligus memperkuat pencegahan agar persoalan serupa tidak kembali terjadi,” kata Shanty.
Halaman Selanjutnya
Shanty menegaskan bahwa penanganan Kali Bekasi membutuhkan komitmen dan koordinasi lintas wilayah secara berkelanjutan.

2 days ago
2
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

