Kaltim Masih Panas, BMKG Ingatkan El Nino Menguat dan Puncak Kekeringan September-Oktober

2 days ago 2

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:47 WIB

Samarinda, VIVA – Cuaca di sejumlah wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) masih didominasi kondisi panas dalam beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan menyebut kondisi tersebut terjadi di tengah musim kemarau yang masih berlangsung.

Meski demikian, BMKG masih melihat adanya peluang hujan ringan di sejumlah kabupaten dan kota di Kaltim. Hujan diperkirakan turun pada waktu dan wilayah tertentu, sehingga kondisi cuaca tidak sepenuhnya kering.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Huda Abshor Mukhsinin, mengatakan kondisi panas saat ini berkaitan dengan musim kemarau dan kondisi El Nino yang mulai menguat.

"Dominasi panas terjadi karena saat ini memang masih musim kemarau. Bahkan, saat ini Provinsi Kaltim menuju El Nino fase kuat dengan tingkat kekeringan tinggi," ujar Huda di Balikpapan, Senin, 24 Agustus 2026.

Sejumlah Wilayah Masih Berpeluang Hujan

Di tengah dominasi cuaca panas, hujan ringan masih terjadi maupun diperkirakan turun di sejumlah wilayah Kaltim.

Hujan ringan tercatat terjadi pada pagi hari di Samarinda dan Balikpapan. Sementara itu, BMKG juga memprakirakan hujan ringan di beberapa wilayah lain dengan waktu yang berbeda.

Berikut sejumlah wilayah yang berpeluang mengalami hujan ringan:

  • Berau: pagi hingga pukul 20.00 WITA.
  • Bontang: sekitar pukul 14.00 WITA.
  • Kutai Barat: pukul 14.00-20.00 WITA.
  • Kutai Kartanegara: pukul 08.00-20.00 WITA.
  • Kutai Timur: pukul 11.00-20.00 WITA.
  • Paser: sekitar pukul 17.00 WITA.
  • Penajam Paser Utara: sekitar pukul 08.00 WITA.
  • Mahakam Ulu: pukul 11.00-20.00 WITA.

Kondisi tersebut menunjukkan hujan masih berpotensi terjadi, meskipun secara umum cuaca Kaltim tetap lebih banyak dipengaruhi kondisi panas dan kering.

Monsun Australia Bawa Udara Lebih Kering

Huda menjelaskan kondisi panas di Kaltim saat ini juga dipengaruhi dominasi musim timur atau Monsun Australia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pola tersebut membawa karakter udara yang lebih kering ke wilayah Kaltim. Namun, menurut BMKG, kondisi saat ini belum memasuki fase puncak sehingga masyarakat masih perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak musim kering.

BMKG memperkirakan kondisi El Nino yang lebih kering akan mencapai puncaknya pada September hingga Oktober 2026.

Halaman Selanjutnya

Pada periode tersebut, potensi peningkatan titik panas juga perlu diwaspadai. Kondisi yang lebih kering dapat membuat lahan dan vegetasi menjadi lebih mudah terbakar apabila terdapat sumber api.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |