VIVA – Maroko sukses menorehkan kisah sensasional di Piala Dunia 2026. Singa Atlas memastikan langkah ke babak 16 besar setelah menyingkirkan Belanda lewat drama adu penalti dengan skor 3-2, usai bermain imbang 1-1 hingga 120 menit pada babak 32 besar di Estadio Monterrey, Selasa pagi WIB, 30 Juni 2026.
Kemenangan ini mengantar Maroko menghadapi tuan rumah Kanada pada babak 16 besar yang dijadwalkan berlangsung Minggu, 5 Juli 2026 dini hari WIB.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Di balik keberhasilan tersebut, kapten Maroko Achraf Hakimi mengungkapkan faktor utama yang membawa timnya mampu melewati salah satu kandidat kuat juara dunia itu. Menurutnya, para pemain sudah memahami karakter permainan Belanda sehingga mampu tetap tenang meski sempat tertinggal lebih dulu.
"Kami tahu jenis permainan ini, kami tahu melawan siapa kami bermain," kata Hakimi dikutip Reuters.
"Kami harus fokus dan kuat secara fisik tetapi juga mental," lanjutnya.
Bek Paris Saint-Germain itu juga menyampaikan apresiasi kepada para pendukung yang memenuhi stadion. Menariknya, selain ribuan suporter Maroko, banyak pendukung tuan rumah Meksiko ikut memberikan dukungan sepanjang pertandingan.
Atmosfer luar biasa memang terasa di Estadio Monterrey. Nyanyian suporter Maroko terus menggema sejak awal laga, bahkan banyak fans Meksiko ikut meneriakkan slogan "No era penal" sebagai sindiran terhadap kontroversi penalti saat Belanda menyingkirkan Meksiko pada Piala Dunia 2014.
Jalannya Pertandingan
Pertandingan berlangsung ketat sejak menit awal. Maroko justru tampil lebih berbahaya pada babak pertama melalui Neil El Aynaoui dan Achraf Hakimi. Namun, kiper Belanda Bart Verbruggen berkali-kali melakukan penyelamatan penting untuk menjaga gawangnya tetap aman.
Belanda baru menemukan ritme permainan setelah Ronald Koeman memasukkan Wout Weghorst pada babak kedua. Pergantian itu langsung memberikan dampak besar.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pada menit ke-72, Cody Gakpo membawa Belanda unggul. Berawal dari duel udara Weghorst yang diteruskan Crysencio Summerville, Gakpo menyambar bola dengan sepakan mendatar yang gagal dihentikan Yassine Bounou.
Gol tersebut menjadi momen emosional bagi penyerang Liverpool itu. Gakpo terlihat menangis saat merayakan gol bersama rekan-rekannya setelah beberapa hari sebelumnya ia dan pasangannya kehilangan calon buah hati.
Halaman Selanjutnya
Saat Belanda mulai percaya diri menguasai pertandingan, Maroko justru memberikan pukulan telak di masa injury time. Pemain pengganti Chemsdine Talbi mengirim umpan silang akurat yang disambut sundulan Issa Diop. Bek jangkung itu berhasil mengungguli Virgil van Dijk dalam duel udara sebelum menaklukkan Verbruggen dan memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan.

2 weeks ago
12











