Kapten Tanjung Verde Diperiksa karena Tuduhan Kasus Pemerkosaan Jelang Duel Lawan Argentina di Piala Dunia 2026

2 weeks ago 4

Senin, 29 Juni 2026 - 11:19 WIB

VIVA – Kapten Tanjung Verde, Ryan Mendes, kabarnya tengah diperiksa karena tuduhan pemerkosaan. Hal ini terjadi di tengah kegemilangan Blue Sharks, yang akan menantang Argentina di babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Timnas Tanjung Verde tampil memukau di Piala Dunia pertama mereka sepanjang sejarah. Dari tiga laga di fase grup, mereka tidak terkalahkan hingga mampu menyingkirkan Uruguay.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tanjung Verde menahan Spanyol dan Arab Saudi tanpa gol. Selain itu, mereka juga menahan Uruguay dengan skor 2-2 dan lolos sebagai runner-up Grup H dengan tiga poin, di belakang Spanyol yang memiliki tujuh poin.

Tanjung Verde akan menghadapi tim kuat lagi di babak 32 besar, yaitu Argentina. La Albiceleste menjadi tim yang difavoritkan untuk menang di sini tentunya.

Namun, menjelang duel penting tersebut, Tanjung Verde diguncang isu kurang sedap. Menurut kabar dari media Brasil, Globo Esporte via USA Today, kapten Ryan Mendes diperiksa karena kasus pemerkosaan di Selandia Baru.

Mendes memainkan tiga laga di fase grup Piala Dunia kali ini. Namun, dia dituduh melakukan pemerkosaan terhadap seorang penerjemah saat Blue Sharks mengunjungi Selandia Baru untuk FIFA Series 2026 pada Maret lalu.

Mendes belum dinyatakan bersalah dan keputusan tidak akan dibuat hingga pemeriksaannya selesai, sebagaimana laporan USA Today. Sejauh ini, dia masih dalam pemeriksaan, dengan Federasi Sepak Bola Tanjung Verde juga dilibatkan.

Soal bagaimana nasibnya di Piala Dunia, FIFA diklaim akan mengambil keputusan serius jika memang terbukti. Sebagaimana dilaporkan USA Today, FIFA akan bertindak terhadap “segala tuduhan pelanggaran perilaku”.

Namun demikian, mereka belum akan mengambil keputusan apa pun jika masih dalam tahap penyelidikan. “Mohon dipahami bahwa kami belum bisa berkomentar lebih jauh pada saat ini,” lapor USA Today.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sang penerjemah adalah seorang warga negara Brasil, menurut laporan Globo Esporte tersebut. Dia melaporkan tindakan Mendes ketika berada di hotel di Auckland, Selandia Baru.

Dia melaporkan tindakan kekerasan seksual tersebut. Hasil pemeriksaan menemukan luka pada bagian vagina dan juga memar di bagian dada, leher, dan juga bibir, sebagaimana dilaporkan Globo Esporte.

Halaman Selanjutnya

Korban dikabarkan telah melaporkan tindakan Mendes kepada pihak ofisial Tanjung Verde. Namun demikian, tidak ada yang merespons terhadap laporan tersebut. (rda)

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |