Karhutla Meluas Sampai 20 Hektare, Ini 6 Penyakit yang Wajib Diwaspadai Warga Sekitar

5 hours ago 3

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:09 WIB

VIVA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan hanya mengancam kelestarian lingkungan, tetapi juga dapat berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat di sekitar lokasi kejadian.

Karhutla di areal PBPH PT Mayawana Persada, Kalimantan Barat, yang mencakup wilayah Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara, tengah ditangani secara intensif. Ancaman kesehatan menjadi perhatian karena asap kebakaran dapat membawa partikel halus dan berbagai polutan yang berisiko mengganggu sistem pernapasan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Paparan asap, terutama dalam waktu lama, dapat menyebabkan berbagai keluhan mulai dari mata perih hingga memperburuk penyakit kronis. Berikut sejumlah penyakit dan gangguan kesehatan yang wajib diwaspadai warga ketika kualitas udara memburuk akibat karhutla:

1. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

ISPA menjadi salah satu gangguan kesehatan yang perlu diwaspadai ketika masyarakat terpapar asap kebakaran. Partikel dan polutan di udara dapat mengiritasi saluran pernapasan sehingga memicu batuk, pilek, sakit tenggorokan, hingga kesulitan bernapas.

Anak-anak, lansia, serta orang dengan daya tahan tubuh yang lebih rendah perlu mendapatkan perhatian lebih ketika kualitas udara menurun.

2. Asma Kambuh

Bagi penderita asma, asap karhutla dapat menjadi pemicu munculnya gejala. Partikel halus yang masuk ke saluran pernapasan dapat menyebabkan peradangan dan memperberat sesak napas.

Masyarakat yang memiliki riwayat asma sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika asap mulai pekat dan memastikan obat yang biasa digunakan tetap tersedia.

3. Bronkitis dan Gangguan Paru

Paparan asap juga dapat menyebabkan iritasi pada saluran bronkus. Kondisi tersebut dapat memicu batuk berkepanjangan dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama pada orang yang terpapar secara terus-menerus.

Mereka yang sudah memiliki penyakit paru kronis perlu lebih berhati-hati karena kualitas udara yang buruk dapat memperburuk kondisi yang sudah ada.

4. Iritasi Mata

Tak hanya paru-paru, asap karhutla juga dapat mengganggu kesehatan mata. Paparan asap dapat membuat mata merah, perih, berair, atau terasa seperti terbakar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketika asap semakin pekat, masyarakat dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menghindari mengucek mata dengan tangan yang tidak bersih.

5. Gangguan Jantung dan Pembuluh Darah

Halaman Selanjutnya

Partikel halus dari polusi udara dapat masuk ke dalam sistem pernapasan dan berdampak lebih luas terhadap tubuh. Paparan polusi dalam kadar tinggi atau dalam jangka panjang juga dapat meningkatkan risiko masalah kardiovaskular, terutama pada kelompok yang sudah memiliki penyakit jantung.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |