Karyawan Vilmei Diduga Gasak Uang hingga Rp3 Miliar, Fakta Baru Kasusnya Bikin Syok!

1 hour ago 1

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:10 WIB

VIVA – Kasus dugaan penggelapan dana yang melibatkan salah satu karyawan Vilmei memasuki babak baru. Setelah karyawan tersebut ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan, muncul sejumlah fakta baru yang membuat nilai kerugian diperkirakan jauh lebih besar dari perhitungan awal.

Vilmei bersama pengacaranya, Koko Joseph Irianto, mendatangi Polres Bekasi pada 26 Agustus 2026. Dalam kesempatan tersebut, mereka juga menyerahkan seorang pria bernama Arka, yang disebut sebagai pacar dari karyawan Vilmei, untuk menjalani pemeriksaan secara intensif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Koko mengatakan, kasus terhadap karyawan Vilmei telah masuk tahap penyidikan. Karyawan tersebut sebelumnya menjalani pemeriksaan selama 1 x 24 jam sebelum penyidik memutuskan untuk menetapkannya sebagai tersangka dan melakukan penahanan.

"Yang jelas, kasus kita yang pertama dengan karyawannya Vilmei ini sudah masuk ke tahap penyidikan, sudah ditetapkan menjadi tersangka," ujarnya pada awak media. 

Sementara itu, Arka masih berstatus sebagai orang yang diperiksa. Menurut Koko, penyidik akan menentukan langkah selanjutnya setelah pemeriksaan intensif selama 1 x 24 jam.

Vilmei mengaku kasus tersebut awalnya terbongkar ketika dirinya hendak menarik uang untuk membayar makanan. Ia kemudian mendapati saldo rekeningnya hanya tersisa sekitar Rp1 juta. Setelah memeriksa riwayat transaksi, ia baru mengetahui adanya penarikan dana yang ternyata telah berlangsung sejak Agustus 2025.

"Dia kan ngabisin saldonya bulan ini tuh Rp450 juta. Jadi, saldonya tinggal sejuta tuh. Nah rencana dia tuh emang kayaknya bulan ini tuh dia mau kabur. Cuma untungnya kita keburu tahu kan, jadi dia nggak sempat kabur," kata kreator konten tersebut. 

Dari proses hukum yang berjalan, Vilmei mengungkap fakta lain. Dugaan pengambilan dana ternyata tidak hanya berkaitan dengan akun pribadinya, tetapi juga akun brand miliknya. Nilai kerugian dari bagian tersebut masih dalam proses penghitungan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain dugaan penggelapan dana, ditemukan pula persoalan terkait permainan harga parfum Vilmei. Produk yang semula dijual sekitar Rp250 ribu disebut pernah diturunkan menjadi hanya Rp6 ribu. 

Menurut Vilmei, tindakan itu diduga dilakukan agar pelaku memperoleh bonus berdasarkan jumlah penjualan. Situasi tersebut bahkan sempat membuat produk dibeli oleh ribuan orang. Vilmei menyebut, kerugian dari persoalan harga parfum mencapai ratusan juta rupiah.

Halaman Selanjutnya

Perhitungan kerugian yang sebelumnya berada di kisaran Rp1,3 miliar pun kini berubah. Vilmei sendiri belum dapat memastikan angka akhirnya karena proses rekapitulasi masih berlangsung.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |