Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Padam, BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing

2 weeks ago 6

Rabu, 1 Juli 2026 - 09:35 WIB

Tangerang, VIVA – Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, masih belum berhasil dipadamkan hingga Rabu 1 Juli 2026. Kondisi tersebut mendorong Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk meningkatkan upaya penanganan dengan mengerahkan helikopter water bombing guna membantu proses pemadaman dari udara.

Insiden kebakaran diketahui mulai terjadi pada Selasa 30 Juni 2026 sekitar pukul 12.30 WIB. Berdasarkan hasil asesmen terbaru dari tim Kedeputian Bidang Penanganan Darurat BNPB, kobaran api masih terus berlangsung pada Rabu pagi dan berpotensi meluas apabila tidak segera dikendalikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menanggapi perkembangan tersebut, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., langsung memberikan arahan kepada seluruh jajaran agar mempercepat penanganan di lapangan. Selain melakukan asesmen lanjutan, BNPB juga diminta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan proses pemadaman berjalan lebih efektif.

“Upayakan segera dipadamkan,” ujar Suharyanto, dalam keterangan resminya. 

Berdasarkan hasil pemantauan di lokasi, petugas menghadapi sejumlah tantangan dalam memadamkan api. Material yang terbakar didominasi oleh tumpukan sampah yang mengandung banyak bahan mudah terbakar sehingga api terus menyala di bagian dalam timbunan sampah. Titik api juga berada di area dengan ketinggian tertentu sehingga sulit dijangkau menggunakan peralatan pemadam di darat.

Situasi semakin rumit akibat kondisi cuaca. Tiupan angin yang cukup kencang disertai suhu udara yang panas membuat kobaran api dengan cepat merambat ke berbagai sisi area TPA.

Untuk mempercepat proses pengendalian kebakaran, BNPB memutuskan mengerahkan armada udara berupa helikopter water bombing. Langkah ini diharapkan mampu menjangkau titik-titik api yang sulit diakses oleh petugas di darat.

“Kita datangkan dua helikopter water bombing dan jika diperlukan lakukan operasi modifikasi cuaca,” tegas Suharyanto.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai tindak lanjut atas instruksi tersebut, satu unit helikopter water bombing jenis MI-8AMT dengan registrasi RA-22834 telah direposisi dari Provinsi Jambi menuju Tangerang pada Rabu 1 Juli 2026. Sebelumnya, helikopter itu bertugas mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Jambi.

Helikopter tersebut memiliki kemampuan membawa hingga 4.000 liter air dalam satu kali pengisian untuk kemudian dijatuhkan langsung ke titik-titik kebakaran. Kehadiran armada udara ini diharapkan dapat mempercepat proses pemadaman sekaligus mengurangi potensi penyebaran api ke area yang lebih luas.

Halaman Selanjutnya

Sementara itu, operasi pemadaman melalui jalur darat tetap berlangsung. Sebanyak 10 unit mobil pemadam kebakaran dari berbagai instansi dikerahkan untuk memusatkan penanganan pada lokasi-lokasi yang masih dapat dijangkau. Hingga kini, luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan telah mencapai sekitar 15 hektare.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |