Kamis, 21 Mei 2026 - 16:00 WIB
VIVA –Aktivis dari Global Sumud Flotilla yang ditahan militer Israel saat menuju Gaza dilaporkan mengalami penyiksaan berupa disengat listrik, kekerasan fisik dan psikologis selama berada dalam tahanan Israel. Hal ini terungkap dari kesaksian yang didokumentasikan oleh kelompok hak asasi manusia Israel Adalah pada Rabu.
Adalah mengatakan setidaknya tiga aktivisi harus dilarikan ke rumah sakit akibat luka serius. Sementara itu puluhan lainnya diduga mengalami patah tulang rusuk hingga kesulitan bernapas akibat kekerasan selama penahanan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Melansir laman Anadolu Agency, Kamis 21 Mei Adalah menyebut pihak tim kuasa hukum mereka menerima sejumlah kesaksian yang saling menguatkan terkait penggunaan sengatan listrik berulang terhadap aktivis yang ditahan. Selain itu, pihaknya juga mendokumentasikan pengakuan para tahanan yang dipaksa berada dalam posisi menyakitkan dan merendahkan saat dipindahkan ke Pelabuhan Ashdod.
Mereka disebut dipaksa berjalan dalam posisi membungkuk penuh serta berlutut dalam waktu lama. Berdasarkan keterangan Adalah, otoritas Israel juga memaksa aktivis wanita yang ikut dalam armada itu untuk melepas hijab meereka.
Aktivis yang ditahan juga dijadwalkan akan menghadapi sidang pada Kamis di Pengadilan atau otoritas terkait untuk meninjau status penahanan mereka sebelum proses deportasi dilakukan.
Sebelumnya pada Rabu, Adalah menuduh otoritas Israel menjalankan kebijakan kriminal berupa penyiksaan dan penghinaan setelah video yang diunggah Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir viral di media sosial.
Video tersebut memperlihatkan para aktivis berlutut dengan tangan diborgol di belakang punggung dan wajah menghadap lantai, sementara lagu kebangsaan Israel diputar di latar belakang.
Para aktivis kemudian dipindahkan ke Pelabuhan Ashdod setelah Israel mencegat armada Global Sumud yang sedang menuju Gaza di perairan internasional.
Adalah juga menyebut informasi terkait lokasi, status hukum, dan kondisi para tahanan sangat dibatasi oleh pihak Israel.
Armada tersebut berangkat Kamis lalu dari distrik Marmaris di Turki dalam upaya terbaru menembus blokade Israel terhadap Gaza yang telah berlangsung sejak 2007.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ini bukan pertama kalinya armada bantuan itu mengalami insiden serupa.
Pada akhir April lalu, militer Israel juga menyerang kapal-kapal armada tersebut di perairan internasional dekat Pulau Kreta, Yunani. Saat itu, konvoi diikuti 345 peserta dari 39 negara, termasuk warga negara Turki.
Halaman Selanjutnya
Israel telah memberlakukan blokade ketat terhadap Jalur Gaza sejak 2007, membuat sekitar 2,4 juta warga di wilayah tersebut berada di ambang kelaparan.

3 weeks ago
11














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)