Kemendiktisaintek Blak-blakan soal Isu 60 Ribu Calon Mahasiswa Mengundurkan Diri

2 weeks ago 5

Kamis, 2 Juli 2026 - 00:01 WIB

Jakarta, VIVA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) meluruskan simpang siur informasi yang beredar di masyarakat mengenai 60.000 calon mahasiswa baru (camaba) yang disebut mengundurkan diri atau tidak mendaftar ulang pada seleksi tahun ini.

Direktur Pembelajaran dan Mahasiswa (Belmawa) Kemendiktisaintek, Beny Bandanadjaja menegaskan, narasi 60.000 mahasiswa mundur pada tahun 2026 adalah keliru, mengingat proses penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri tahun ini masih terus berlangsung hingga batas akhir pada 31 Juli 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menggarisbawahi angka 60.000 yang ramai diperbincangkan tersebut sebenarnya merujuk pada pemaparan data evaluasi tahun 2025 yang disampaikan oleh Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPR RI.

Beny merinci bahwa dari total daya tampung nasional sebanyak 627.000 kursi pada tahun 2025, yang berhasil diterima melalui proses seleksi adalah 585.000 orang. Selisih sekitar 40.000 kursi kosong murni disebabkan oleh ketidakpenuhan daya tampung karena peserta tidak memenuhi standar kualitas minimal, bukan karena mengundurkan diri.

​"Dari 585.000 tersebut, memang betul ada yang tidak daftar ulang. Kalau dihitung data tahun 2025 adalah 17.000-an atau sekitar 2,8 persen dari yang diterima," kata Beny.

Berdasarkan investigasi panitia seleksi, Beny mengungkapkan tiga alasan utama mengapa belasan ribu calon mahasiswa tersebut pada akhirnya memilih untuk tidak melakukan pendaftaran ulang.

​Alasan pertama adalah ketidakcocokan program studi. Peserta seleksi jalur tes diperbolehkan memilih hingga lima program studi, dan sering kali mereka mengundurkan diri karena diterima di pilihan kedua, ketiga, atau seterusnya yang bukan merupakan prioritas utamanya.

Alasan kedua, lanjut Beny, banyak peserta yang juga mengikuti seleksi perguruan tinggi kedinasan di bawah kementerian lain. Adanya daya tarik ikatan dinas dan jaminan pekerjaan saat lulus membuat banyak calon mahasiswa akhirnya melepas kursi di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

​Sementara alasan ketiga berkaitan dengan kendala finansial, di mana sejumlah pendaftar program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah ternyata dinyatakan tidak memenuhi syarat kelayakan (eligible), sehingga mereka terpaksa mundur sembari mencari alternatif pembiayaan atau beasiswa dari pihak lain.

"Oleh karena itu mungkin akhirnya tidak bisa melanjutkan, karena tidak mendaftar ulang terkait dengan pembiayaan juga, karena biasanya yang mendaftarkan KIP Kuliah itu tentunya memiliki kekurangan dalam pembiayaan. Jadi ketika mereka tidak eligible itu tentunya tidak bisa dilanjutkan." tutur Beny. (Ant)

Pengalihan arus lalu lintas menuju gedung KPU.

Ada Demo Mahasiswa di Monas Hari Ini, Pengendara Diimbau Cari Jalur Alternatif

Sebanyak 850 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek jajaran dikerahkan untuk mengamankan jalannya demonstrasi.

img_title

VIVA.co.id

1 Juli 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |