Rabu, 20 Mei 2026 - 11:00 WIB
VIVA – Thailand memperketat aturan visa untuk turis, dengan alasan meningkatnya kejahatan yang dilakukan oleh warga asing. Langkah ini mengakhiri masa tinggal bebas visa selama 60 hari yang telah disepakati dengan 93 negara, termasuk Inggris, AS, dan sebagian besar Eropa.
Thailand secara drastis mengurangi durasi masa tinggal bebas visa bagi turis dari lebih dari 90 negara dalam upaya untuk menekan kejahatan yang melibatkan warga negara asing, kata para pejabat pada hari Selasa.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pariwisata sangat penting bagi perekonomian negara Asia Tenggara ini, namun kedatangan wisatawan asing belum kembali ke tingkat sebelum Covid-19.
Serangkaian penangkapan warga asing baru-baru ini yang mendapat sorotan publik termasuk kasus-kasus yang terkait dengan pelanggaran narkoba, perdagangan seks, dan warga asing yang menjalankan bisnis seperti hotel dan sekolah tanpa izin yang sesuai.
Berdasarkan skema pariwisata Thailand saat ini, wisatawan dari lebih dari 90 negara – termasuk AS, Inggris, 29 negara Schengen di Eropa, dan Australia – berhak berkunjung hingga 60 hari tanpa visa.
Kabinet Thailand pada hari Selasa menyetujui pengurangan masa tinggal bebas visa untuk wisatawan dari negara-negara tersebut.
Durasi bebas visa yang baru akan ditentukan berdasarkan negara, dengan sebagian besar warga negara asing diberikan masa tinggal hingga 30 hari, sementara beberapa hanya dapat menerima 15 hari, kata Menteri Pariwisata, Surasak Phancharoenworakul.
Wisatawan dapat memperbarui visa sekali dengan mengunjungi kantor imigrasi, kata juru bicara pemerintah kepada Agence France-Presse.
"Masa tinggal 60 hari itu otomatis, tetapi perpanjangan akan diputuskan oleh petugas dan wisatawan harus menjelaskan mengapa mereka tinggal lebih lama," katanya.
Menteri Luar Negeri, Sihasak Phuangketkeow, mengatakan pekan lalu bahwa rencana pengurangan masa tinggal bebas visa merupakan bagian dari upaya pemberantasan kejahatan transnasional.
Menurut Sihasak, Thailand tidak menargetkan negara tertentu, melainkan individu yang menyalahgunakan sistem visa dengan melakukan kejahatan di negara tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Wisatawan memberikan "manfaat, seperti meningkatkan perekonomian, tetapi skema saat ini telah memungkinkan beberapa orang untuk mengeksploitasinya", kata juru bicara pemerintah kepada wartawan pada hari Selasa.
Masa bebas visa sebelumnya dibatasi hingga 30 hari tetapi diperpanjang menjadi 60 hari pada Juli 2024 sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan pariwisata dan perekonomian.
Halaman Selanjutnya
Pariwisata menyumbang lebih dari 10% dari PDB Thailand, meskipun jumlah pengunjung tetap di bawah tingkat pra-pandemi.

3 weeks ago
8














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)