VIVA – Mencuci mobil memang terlihat seperti pekerjaan sederhana. Banyak pemilik kendaraan memilih mencuci mobil sendiri di rumah karena dianggap lebih hemat dan praktis. Namun tanpa disadari, ada sejumlah kesalahan kecil yang justru bisa merusak cat, membuat bodi kusam, bahkan mempercepat munculnya baret halus pada kendaraan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Berikut VIVA rangkum Kamis, 28 Mei 2026, kesalahan saat cuci mobil yang sering dilakukan tanpa disadari!
Kesalahan pertama yang paling sering dilakukan adalah langsung mencuci mobil di bawah sinar matahari. Banyak orang berpikir panas matahari membantu mobil cepat kering, padahal kondisi ini justru membuat air dan sabun mengering terlalu cepat di permukaan bodi. Akibatnya, bercak air atau water spot lebih mudah muncul dan sulit dihilangkan, terutama pada mobil berwarna gelap.
Selain itu, penggunaan sabun yang tidak tepat juga menjadi masalah umum. Sebagian orang masih menggunakan sabun cuci piring atau deterjen rumah tangga untuk mencuci mobil. Padahal, bahan kimia pada produk tersebut dirancang untuk menghilangkan lemak secara kuat dan dapat mengikis lapisan pelindung cat kendaraan jika digunakan terus-menerus. Karena itu, penggunaan sampo khusus mobil jauh lebih disarankan agar permukaan cat tetap terjaga.
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah menggunakan satu ember air untuk seluruh proses pencucian. Dalam praktik yang benar, kotoran dan pasir kecil yang menempel di spons bisa kembali menggores bodi mobil ketika dicelupkan ke ember yang sama. Teknik two bucket wash atau penggunaan dua ember menjadi metode yang banyak direkomendasikan karena membantu memisahkan air bersih dan air kotor selama proses mencuci.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Tidak sedikit pemilik mobil juga mencuci kendaraan menggunakan kain sembarangan. Kain kasar atau lap bekas dapat meninggalkan goresan halus yang lama-kelamaan membuat cat terlihat kusam. Oleh sebab itu, kain microfiber lebih disarankan karena memiliki tekstur lembut dan mampu menyerap air dengan baik tanpa merusak permukaan cat.
Menyemprot mobil dengan tekanan air terlalu tinggi juga termasuk kesalahan yang cukup sering dilakukan. Tekanan air berlebih dapat merusak bagian tertentu seperti seal karet, emblem, hingga lapisan pelindung cat apabila dilakukan terlalu dekat. Pada beberapa kasus, air bertekanan tinggi bahkan bisa masuk ke celah tertentu dan memengaruhi komponen kelistrikan.
Halaman Selanjutnya
Kesalahan berikutnya adalah membiarkan kotoran menempel terlalu lama sebelum dicuci. Debu, lumpur, sisa hujan, atau kotoran burung yang menempel dalam waktu lama dapat merusak lapisan cat karena mengandung zat asam dan mineral tertentu. Karena itu, mobil sebaiknya segera dibersihkan ketika terkena kotoran yang sulit dihilangkan.

2 weeks ago
13














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)