Ketidakpastian Insentif Bisa Bikin Pasar Mobil Listrik Jalan di Tempat

1 week ago 7

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:03 WIB

Jakarta, VIVA - Ketidakjelasan kelanjutan insentif kendaraan listrik dari pemerintah dinilai bisa membuat sebagian masyarakat memilih menunda pembelian mobil baru. Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap laju penjualan kendaraan listrik di Indonesia.

Hal itu disampaikan Tan Kim Piauw, Chief Executive Officer PT Indomobil National Distributor. Menurutnya, industri otomotif membutuhkan kepastian terkait kebijakan insentif, baik program tersebut dilanjutkan maupun dihentikan. Kejelasan dinilai lebih penting agar konsumen dan pelaku industri memiliki kepastian dalam mengambil keputusan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami berharap dari pemerintah ada kejelasan dan kepastian supaya industri otomotif yang sangat memengaruhi ekonomi Indonesia juga tidak terbebani. Kalau memang dapat, kapan dapat. Kalau memang tidak dapat, ya diperlukan kepastian bahwa insentif ini tidak akan ada supaya industri otomotif memiliki trust," ujarnya di Jakarta, Kamis 2 Juli 2026.

Ia menjelaskan, ketidakpastian tersebut tidak akan terlalu berpengaruh bagi masyarakat yang memang membutuhkan kendaraan baru untuk digunakan sehari-hari. Namun, kondisinya berbeda bagi konsumen yang hanya ingin mengganti mobil lama.

"Kalau ditanya apakah ini memengaruhi, buat sebagian customer yang membeli mobil bukan sebagai first car, mungkin dia mau mengganti mobilnya, orang bisa menunda. Tapi buat konsumen yang memang ada kebutuhan, tentu mereka tidak akan menunda," kata Tan.

Menurutnya, apabila pemerintah terus menunda pengumuman mengenai insentif kendaraan listrik, maka konsumen yang sejak awal memilih menunggu juga akan terus mengulur waktu pembelian.

"Kalau misalnya diumumkan mundur bulan depan, otomatis segmen yang menunggu akan bilang tunggu bulan depan. Kalau bulan depan ternyata mundur lagi, mereka akan menunggu lagi. Itu tentu akan memengaruhi," tuturnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pernyataan tersebut muncul di tengah persiapan Leapmotor memasuki pasar Indonesia. Merek kendaraan listrik asal China yang berada di bawah naungan Stellantis itu telah membuka pemesanan awal untuk model B10 sejak 1 Juli 2026. Namun, harga resminya baru akan diumumkan pada ajang GIIAS 2026.

Meski demikian, Tan menegaskan pihaknya tidak menjadikan target penjualan sebagai fokus utama pada tahap awal kehadiran Leapmotor di Indonesia. Perusahaan lebih memilih membangun kepercayaan masyarakat terhadap merek baru tersebut.

Halaman Selanjutnya

"Saat ini bersama prinsipal kami tidak menentukan target volume tertentu. Yang menjadi fokus adalah membangun trust terhadap brand dan memberikan customer experience yang terbaik kepada konsumen," ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |