Kisah Anak-anak Sorowako Mengejar Mimpi Lewat Pendidikan dan Beasiswa

3 weeks ago 7

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:58 WIB

VIVA – Di tengah kawasan tambang nikel Sorowako, anak-anak lokal mulai menata masa depan mereka lewat pendidikan dan program beasiswa. Bagi banyak keluarga di wilayah tersebut, sekolah bukan sekadar tempat belajar, tetapi menjadi jalan untuk mengejar mimpi dan kehidupan yang lebih baik.

Salah satu kisah itu datang dari Hirwaty Aris, warga Sorowako, yang kini merasakan kebanggaan saat melihat anak-anaknya menerima beasiswa pendidikan. Perasaan itu mengingatkannya pada masa ketika dirinya pernah berdiri di panggung menerima penghargaan serupa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Dulu saya bangga saat dipanggil naik ke panggung menerima penghargaan beasiswa. Sekarang saya merasakan kebanggaan itu lagi ketika anak-anak menerima beasiswa,” kata Hirwaty, dalam keterangan tertulis, Rabu 20 Mei 2026.

Di Sorowako, sebagian besar keluarga hidup berdampingan dengan kawasan industri tambang. Banyak orang tua bekerja sebagai pekerja harian dan berharap anak-anak mereka dapat memiliki masa depan yang lebih cerah melalui pendidikan.

Harapan tersebut tumbuh melalui Yayasan Pendidikan Sorowako yang didukung PT Vale Indonesia Tbk. Yayasan itu mengelola pendidikan mulai dari taman kanak-kanak hingga politeknik.

Sekitar 70 persen siswa yang berada di bawah binaan yayasan berasal dari keluarga kurang mampu di wilayah sekitar tambang. Bahkan terdapat taman kanak-kanak yang khusus diperuntukkan bagi anak-anak masyarakat lokal.

Program beasiswa yang telah berjalan sejak awal tahun 2000-an mencakup biaya pendidikan, seragam, buku, hingga perlengkapan sekolah lainnya.

“Semoga anak-anak lokal bisa kuliah tinggi dan bersaing. Saya ingin anak-anak saya lebih sukses dari saya,” ujar Hirwaty.

Di tingkat pendidikan tinggi, Politeknik Sorowako hadir sebagai pusat pengembangan talenta industri di kawasan timur Indonesia. Sebagian besar mahasiswanya berasal dari Luwu Timur dan dibekali sertifikasi kompetensi resmi untuk menghadapi dunia kerja.

Ketua Yayasan Pendidikan Sorowako, Firman Fauzie, mengatakan para lulusan tidak diwajibkan bekerja di perusahaan tertentu setelah menyelesaikan pendidikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Biasanya kalau perusahaan lain mendirikan politeknik itu untuk talent pooling mereka. Tapi kalau kita, mereka setelah lulus bebas mencari kerja dari mana pun,” ujar Firman.

Selain itu, sekolah-sekolah di bawah yayasan juga telah menerapkan kurikulum Cambridge untuk mata pelajaran sains dan matematika.

Ilustrasi mahasiswa main laptop

Persaingan Kerja Makin Ketat karena AI, Generasi Muda Harus Kuasai Skill Ini agar Tak Tersingkir

Country Director SCG Indonesia, Warit Jintanawan, mengatakan tantangan yang dihadapi anak muda saat ini semakin kompleks, terutama dengan hadirnya disrupsi teknologi AI.

img_title

VIVA.co.id

18 Mei 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |