Kisah Kiai Wahab Hasbullah, Panglima Tinggi Nahdlatul Ulama dari Ponpes Tambakberas Jombang

6 hours ago 3

loading...

KH Abdul Wahab Hasbullah merupakan salah seorang kiai kharismatik Nahdlatul Ulama (NU). Pahlawan Nasional ini lahir di Jombang, Jawa Timur pada 31 Maret 1888. Foto/Ist

KIAI HAJI Abdul Wahab Hasbullah merupakan salah seorang kiai kharismatik Nahdlatul Ulama (NU) yang pengabdiannya pada negara tak perlu diragukan lagi. Pahlawan Nasional ini lahir di Jombang, Jawa Timur pada 31 Maret 1888.

Dia merupakan putra dari pasangan KH Hasbullah Said dengan Nyai Latifah, pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Sejak kanak-kanak, Kiai Wahab dikenal kawan-kawannya sebagai pemimpin dalam segala permainan. Beliau dididik ayahnya sendiri bagaimana cara hidup seorang santri.

Baca juga: Kisah Pendiri NU KH Hasyim Asyari Disiksa Tentara Jepang, Tangannya Dihantam Palu hingga Remuk

Dia diajak salat berjamaah dan sesekali dibangunkan malam hari untuk salat tahajud. Kemudian, KH Hasbullah membimbingnya untuk menghafal Juz 'Amma dan membaca Alquran dengan tartil dan fasih.

Selain itu, Kiai Wahab sejak kecil dididik mengenal kitab-kitab kuning, dari kitab yang paling kecil dan isinya diperlukan untuk amaliyah sehari-hari. Kemauan keras untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya tampak sejak masa kecil.

Dia tekun dan sangat cerdas memahami berbagai ilmu yang dipelajarinya. Hingga berusia 13 tahun, Kiai Wahab diasuh langsung oleh ayahnya. Setelah bekal ilmunya dianggap cukup, Kiai Wahab merantau untuk menuntut ilmu. Dia pergi ke satu pesantren, lalu ke pesantren lainnya, termasuk ke Pesantren Bangkalan, Madura, asuhan Syekh Kholil.

Baca juga: Kisah Karamah Kiai Kholil Bangkalan, Ulama Karismatik Guru Panutan Pendiri NU

Kiai Wahab juga sempat nyantri di Pesantren Mojosari, Nganjuk, dan Tebuireng. Abd Mun'im DZ dalam tulisan berjudul 'Kiai Wahab Hasbullah, Pahlawan Tanpa Gelar' yang dimuat nu.or.id menyebutkan bahwa Kiai Wahab belajar ke Makkah untuk belajar kepada ulama terkemuka dari dunia Islam, termasuk para ulama Jawa yang ada di Makkah, seperti Syekh Machfudz Termas dan Syekh Ahmad Khotib dari tanah Minang.

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |