VIVA – Eric Cantona merupakan pemain yang penuh kontroversi pada masanya. Cantona identik dengan era kebangkitan Manchester United di awal 1990-an.
Rekor 13 gelar Premier League, tiga gelar ganda domestik, satu treble, dua trofi Liga Champions, dan segudang trofi lainnya berawal dari pembelian Cantona dengan harga murah dari rival berat Setan Merah di seberang Pennine, Leeds.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Di balik magisnya di dalam lapangan, Cantona adalah pemain yang emosional dan sering meledak-ledak. Atas dasar itulah, manajer legendaris MU, Sir Alex Ferguson pernah ingin membuangnya, karena kerap kali merugikan tim.
Hal itu diakui sendiri oleh Cantona dalam sebuah wawancara di Festival Film Cannes. Dia mengaku hubungan dirinya dengan Ferguson penuh dinamika layaknya kisah film.
“Ini adalah kisah hidup saya, tentang seorang pria yang mencari jati dirinya dan pria lain yang membantunya menemukannya. Itu seperti tantangan yang diambil Alex Ferguson," kata Cantona.
Di satu sisi, meski sukses besar bersama Manchester United, Ferguson pernah berada di titik menyerah menghadapi tingkah Cantona. Apalagi setelah insiden tendangan kung fu ke suporter Crystal Palace yang sempat mengguncang dunia sepak bola pada 1995.
Cantona mengungkapkan, Ferguson sebenarnya sudah ingin melepasnya dari skuad. “Pada satu titik, dia ingin melepas saya. Tapi istrinya meyakinkan dia untuk tetap mempertahankan saya,” kata Cantona.
Pengakuan itu menjadi fakta mengejutkan mengingat Cantona kemudian menjelma menjadi ikon Manchester United. Bersama Setan Merah, ia mempersembahkan empat gelar Premier League dan dua trofi FA Cup.
Cantona juga mengungkap sosok lain yang punya peran penting dalam hubungan dirinya dengan Ferguson, yakni mantan pelatih Auxerre, Guy Roux. Menurut Cantona, Roux pernah memberi nasihat khusus kepada Ferguson tentang cara menangani dirinya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Guy Roux berkata: ‘Kamu harus mencintainya. Jika kamu memberinya cinta itu, dia akan memberikan hidupnya untukmu sebagai balasan’,” ungkap Cantona.
Saat pertama kali datang ke Inggris, Cantona merasa dirinya dipandang sebelah mata karena statusnya sebagai pemain asing asal Prancis. Namun perlahan, hubungan emosional dengan Ferguson membuatnya berkembang menjadi simbol kejayaan MU.
Halaman Selanjutnya
“Hubungan saya dengan Alex Ferguson seperti naskah film. Itu bisa menjadi kisah cinta,” lanjutnya.

10 hours ago
3











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)


