Komponen Kecil Ini Bisa Bikin Mobil Listrik Lebih Irit

1 hour ago 1

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:00 WIB

California, VIVA – Pengembangan mobil listrik tidak selalu berkaitan dengan baterai berkapasitas lebih besar atau motor yang lebih bertenaga. Komponen kecil di dalam sistem penggerak juga terus dikembangkan karena tingkat presisi dapat memengaruhi efisiensi energi hingga kenyamanan saat kendaraan digunakan.

Salah satunya adalah sensor yang bertugas membaca aliran listrik menuju motor. Semakin akurat sensor bekerja, sistem penggerak dapat mengatur tenaga dari baterai dengan lebih presisi sehingga energi tidak terbuang sia-sia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dikutip VIVA Otomotif dari Electrek, sensor terbaru yang dikembangkan Texas Instruments dirancang untuk digunakan pada traction inverter. Komponen ini bisa dianggap sebagai pengatur lalu lintas tenaga yang menentukan seberapa besar energi dari baterai disalurkan ke motor listrik.

Selama ini, produsen menghadapi pilihan antara sensor yang memiliki tingkat akurasi tinggi tetapi berukuran lebih besar atau sensor ringkas yang lebih rentan terhadap gangguan. Getaran kecil ketika mobil bergerak dapat memengaruhi posisi sensor dan membuat hasil pembacaan arus menjadi kurang presisi.

Masalah tersebut mungkin terdengar sepele karena pergeseran posisi hanya terjadi dalam hitungan milimeter. Namun, pada sistem kelistrikan mobil listrik modern, terutama yang menggunakan arsitektur 800V, kesalahan kecil dalam pembacaan dapat memengaruhi cara motor menerima dan menggunakan tenaga.

Ketidakakuratan pengukuran juga bisa menimbulkan perubahan tenaga yang sangat kecil dan berulang. Kondisi tersebut dapat membuat akselerasi terasa kurang mulus, sekaligus menghasilkan energi yang terbuang dalam bentuk panas serta suara dari motor.

Teknologi sensor baru ini dirancang untuk membaca medan magnet dari dua arah sekaligus, yaitu horizontal dan vertikal. Dengan cara tersebut, sistem dapat mengompensasi perubahan posisi sensor akibat getaran dan tetap menjaga hasil pengukuran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut pengembangnya, tingkat akurasinya bisa mencapai 20 kali lebih baik dibandingkan sensor corelesskonvensional yang hanya melakukan pengukuran dalam satu arah. Sensor tersebut juga diklaim dapat menjaga tingkat kesalahan di bawah 1 persen meski terjadi pergeseran hingga 0,4 milimeter.

Bagi pengguna mobil listrik, teknologi seperti ini tidak serta-merta menambah jarak tempuh puluhan kilometer. Dampaknya justru datang dari berbagai perbaikan kecil, mulai dari pengaturan tenaga yang lebih halus, motor yang lebih senyap, hingga penggunaan energi yang lebih efisien.

Halaman Selanjutnya

Sensor yang lebih ringkas juga berpotensi membantu produsen membuat traction inverter dengan ukuran dan bobot lebih kecil. Jika dikombinasikan dengan perkembangan baterai, motor, serta sistem pengisian daya, peningkatan efisiensi dari komponen-komponen kecil tersebut dapat ikut menentukan perkembangan mobil listrik di masa depan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |