Sabtu, 11 April 2026 - 16:00 WIB
VIVA –Di tengah perundingan Iran dan Amerika Serikat yang berlangsung di Islamabad, Pakistan, pada Sabtu, 11 April 2026, keberadaan pemimpin Iran, Mojtaba Khamenei, kembali menjadi sorotan. Hingga kini, Khamenei belum pernah muncul di hadapan publik sejak diangkat menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, pada awal Maret lalu.
Lalu, di mana sebenarnya keberadaan Khamenei saat ini dan bagaimana kondisinya? Melansir laman NDTV, Sabtu 11 April 2026, Mojtaba saat ini masih dalam pemulihan setelah mengalami luka serius di bagian wajah dan kakinya akibat serangan udara gabungan AS-Israel pada 28 Februari lalu. Kabar ini dibagikan oleh tiga orang yang dekat dengan lingkaran Mojtaba kepada Reuters.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ketiga sumber itu juga mengungkap detail soal kondisi terkini Mojtaba. Dalam keterangan mereka, wajah Khamenei mengalami kerusakan akibat serangan di kompleks pemimpin tertinggi di pusat Teheran. Ia juga mengalami cedera cukup parah pada salah satu atau kedua kakinya.
Meski begitu, putra kedua mendiang Ayatollah Ali Khamenei ini disebut telah berangsur pulih dan kondisi mentalnya tetap pria. Meski tengah menjalani perawatan, disebutkan bahwa Khamenei masih mengikuti rapat dengan pejabat senior melalui konferensi audio dan tetap terlibat dalam pengambilan keputusan penting, termasuk terkait perang dan negosiasi dengan Washington.
Pertanyaan soal apakah kondisi kesehatannya memungkinkan ia memimpin negara muncul di saat Iran menghadapi situasi paling genting dalam beberapa dekade. Pada saat yang sama, pembicaraan damai dengan Amerika Serikat dijadwalkan dimulai di ibu kota Pakistan, Islamabad, pada Sabtu.
Keterangan dari orang-orang dekat Khamenei ini menjadi gambaran paling rinci tentang kondisinya dalam beberapa pekan terakhir. Namun, Reuters belum dapat memverifikasi informasi tersebut secara independen.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Keberadaan, kondisi, dan kemampuannya untuk memerintah hingga kini masih menjadi tanda tanya bagi publik. Sejak serangan udara tersebut dan penunjukannya sebagai pengganti ayahnya pada 8 Maret, belum ada foto, video, maupun rekaman suara dirinya yang dirilis.
Perwakilan Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa juga tidak memberikan tanggapan atas pertanyaan Reuters terkait tingkat keparahan luka Khamenei maupun alasan belum adanya kemunculannya di media.
Halaman Selanjutnya
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Iran mengenai tingkat keparahan luka Khamenei. Namun, seorang pembaca berita di televisi pemerintah menyebutnya sebagai ‘janbaz’, istilah yang digunakan untuk mereka yang mengalami luka berat dalam perang, setelah ia ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi.

2 weeks ago
12



























