Korban Tewas Banjir Bandang di Perbatasan Nepal-China Jadi 160 Orang, Ratusan Wisatawan Asing Masih Hilang

5 hours ago 2

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:44 WIB

Jakarta, VIVA – Jumlah korban tewas akibat banjir bandang dahsyat di perbatasan Nepal-China melonjak menjadi 160 orang, dengan ratusan lainnya masih belum ditemukan, demikian menurut pernyataan kepolisian dan otoritas pariwisata setempat, Rabu.

Otoritas Nepal mencatat dari 384 orang yang masih hilang, 290 di antaranya merupakan wisatawan asing dari India, Malaysia, Inggris, dan Amerika Serikat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sungai Bhotekoshi, yang terletak di Rasuwa, wilayah pegunungan di Nepal, tiba-tiba meluap dan derasnya aliran air berubah menjadi banjir bandang yang menghancurkan rumah-rumah dan bangunan, termasuk sebuah pembangkit listrik tenaga air.

Penyebab banjir besar tersebut masih belum diketahui, menurut media setempat.

Sementara itu, setidaknya lima warga negara Jepang turut hilang akibat bencana tersebut, tulis media setempat.

Seorang pejabat Kedutaan Besar Jepang di Kathmandu mengatakan masih belum bisa menghubungi seluruh lima WN Jepang yang diyakini ikut serta dalam tur wisata saat banjir bandang terjadi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pihaknya telah meminta bantuan otoritas setempat untuk mencari wisatawan Jepang yang hilang itu.

Sementara itu, Kantor berita China, Xinhua melaporkan tiga orang tewas dan 265 lainnya hilang menyusul longsor lumpur di Shigatse, sebuah kota besar di wilayah otonom Tibet. Sungai yang meluap itu mengalir dari China ke Nepal. (Ant)

Ilustrasi bendera Thailand, China, dan Kamboja

Pengamat Ungkap China Dilema di Konflik Thailand-Kamboja, Nilai Dagang Bangkok Tembus US$147 Miliar

Konflik Thailand-Kamboja menguji kedekatan China dengan Phnom Penh. Di balik sikap netral Beijing, ada kepentingan bisnis Thailand senilai US$147,3 miliar.

img_title

VIVA.co.id

26 Agustus 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |