Jakarta, VIVA – Jumlah korban meninggal dunia akibat bentrokan antardesa di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), bertambah menjadi tiga orang. Dua korban telah dimakamkan, sementara satu korban lainnya baru berhasil dievakuasi setelah melalui proses mediasi dan dijadwalkan dimakamkan pada Minggu, 19 Juli 2026.
Perkembangan terbaru ini disampaikan Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Boli Uran. Ia menjelaskan bahwa korban ketiga sebelumnya sempat tergeletak di jalan dan tidak dapat segera dievakuasi karena situasi di lokasi bentrokan belum memungkinkan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Setelah dilakukan proses mediasi, korban akhirnya berhasil dipindahkan ke kampung halamannya di Desa Narasaosina.
"Korban 3 (meninggal) orang, 2 Lewonara (Desa Narasaosina) 1 Belle (Desa Waiburak)," kata Ignasius Uran saat dikonfirmasi, Sabtu, 18 Juli 2026.
Dua Korban Sudah Dimakamkan
Menurut Ignasius, dua korban yang meninggal dunia telah dimakamkan pada Sabtu. Sementara satu korban yang baru dievakuasi akan dimakamkan keesokan harinya setelah tiba di kampung halamannya.
Ia menyebut proses evakuasi korban sebelumnya mengalami kendala karena jenazah berada di lokasi yang sulit dijangkau akibat situasi keamanan pascabentrokan.
"Dua sudah dikubur. Korban yang tergeletak di jalan sudah kami evakuasi dan sudah diantar ke Lewonara (Narasaosina) besok baru dikubur," ujarnya.
Pemerintah daerah bersama aparat keamanan terus berupaya memastikan seluruh proses penanganan korban dapat berlangsung dengan aman di tengah situasi yang mulai berangsur kondusif.
TNI-Polri Masih Disiagakan
Di sisi lain, aparat gabungan TNI dan Polri masih disiagakan di wilayah Kecamatan Adonara Timur untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan setelah bentrokan antardesa tersebut.
Kasi Humas Polres Flores Timur AKP Eliezer A. Kalelado mengatakan pengamanan akan terus dilakukan hingga situasi benar-benar aman dan terkendali.
Menurutnya, kehadiran personel gabungan bertujuan memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mencegah terjadinya bentrokan susulan.
"Kami memastikan personel gabungan TNI-Polri tetap melaksanakan penjagaan di wilayah Adonara Timur untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat," katanya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Warga Diminta Tidak Mudah Terprovokasi
Selain memperkuat pengamanan, kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.
Halaman Selanjutnya
Eliezer meminta warga tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya karena dikhawatirkan dapat memicu ketegangan baru di tengah masyarakat.

7 hours ago
3











