Korban Tewas di Lebanon Akibat Serangan Israel Capai 3.073 Orang

3 weeks ago 7

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:23 WIB

VIVA – Jumlah korban tewas akibat serangan Israel di Lebanon selatan dan timur, serta pinggiran selatan Beirut, telah mencapai 3.073 orang sejak 2 Maret, dengan 9.362 lainnya terluka, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon.

"Jumlah total korban agresi sejak 2 Maret hingga 20 Mei sebanyak 3.073 korban tewas dan 9.362 korban luka," demikian pernyataan Kemenkes Lebanon, dikutip Kamis, 21 Mei 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Disebutkan bahwa 53 orang tewas dan 83 lainnya terluka dalam serangan Israel selama dua hari terakhir.

Diketahui, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa Israel dan Lebanon telah menyepakati gencatan senjata selama 10 hari. Kesepakatan itu disebut sebagai bagian dari upaya diplomatik Washington untuk meredakan ketegangan dan membuka jalan menuju perdamaian yang lebih permanen antara kedua negara.

Pengumuman itu disampaikan Trump melalui platform Truth Social pada Kamis waktu setempat, tak lama setelah dirinya melakukan pembicaraan terpisah dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun.

“Saya baru saja melakukan pembicaraan yang sangat baik dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Kedua pemimpin telah sepakat untuk memulai gencatan senjata selama 10 hari mulai pukul 17.00 waktu timur AS sebagai langkah menuju perdamaian,” tulis Trump melalui platform Truth Social.

Kesepakatan tersebut menjadi perkembangan signifikan di tengah meningkatnya kekhawatiran dunia internasional atas eskalasi konflik di perbatasan Israel-Lebanon yang dalam beberapa pekan terakhir kembali memanas akibat bentrokan dengan kelompok Hizbullah.

Langkah ini dinilai bersejarah mengingat Israel dan Lebanon secara teknis masih berada dalam status perang sejak konflik besar terakhir pada 1982, dengan hubungan diplomatik keduanya praktis nyaris tidak pernah terbuka secara langsung

Adapun, gencatan senjata resmi antara Lebanon dan Israel masih berlaku, meski pesawat dan artileri Israel terus melakukan serangan ke wilayah Lebanon setiap hari.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kelompok Hizbullah Lebanon melakukan serangan balik terhadap pasukan Israel di daerah perbatasan.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) kerap menuduh Hizbullah telah melanggar gencatan senjata yang telah mereka sepakati. (Ant)

Ilustrasi garis polisi di tempat kejadian perkara.

Heboh Pria Berdarah-darah di Jakbar Dikira Korban Begal, Polisi Bongkar Fakta Mengejutkan

Media sosial (medsos) dihebohkan dengan video seorang pria bersimbah darah yang disebut menjadi korban begal di kawasan Jakbar. Namun, ternyata dipicu persoalan asmara.

img_title

VIVA.co.id

21 Mei 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |