KRL Rute Rangkasbitung–Tanah Abang Alami Gangguan Usai Insiden Diduga Bunuh Diri

1 week ago 14

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:17 WIB

Jakarta, VIVA – Perjalanan Commuter Line (KRL) rute Rangkasbitung–Tanah Abang mengalami gangguan pada Kamis 2 Juli 2026 sore setelah seorang pengguna diduga melakukan aksi bunuh diri di jalur rel emplasemen Stasiun Jurang Mangu.

Manager Public Relations KAI Commuter Leza Arlan mengatakan, laporan awal diterima dari masinis Commuter Line No. 1737D relasi Rangkasbitung–Tanah Abang yang melihat seorang tertemper kereta di Jalur II emplasemen Stasiun Jurang Mangu sekitar pukul 15.35 WIB.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Petugas KAI Commuter bersama pihak terkait langsung menuju lokasi untuk mengamankan area, mengevakuasi korban, serta memastikan jalur aman sebelum perjalanan kereta kembali dioperasikan.

"Berdasarkan laporan visual dari kabin masinis, yang bersangkutan terindikasi melakukan tindakan bunuh diri saat Commuter Line melintas di Stasiun Jurang Mangu," ujar Leza.

Ia menjelaskan proses evakuasi dilakukan bersama aparat berwenang. Setelah lintasan dinyatakan aman, perjalanan Commuter Line kembali melintas di lokasi mulai pukul 16.03 WIB.

Selama penanganan berlangsung, operasional kereta sempat dihentikan karena korban berada di jalur rel arah Rangkasbitung menuju Tanah Abang.

Akibat insiden tersebut, lima perjalanan Commuter Line tujuan Tanah Abang mengalami keterlambatan antara 19 hingga 28 menit.

Untuk mengurangi dampak gangguan, KAI Commuter menerapkan rekayasa pola operasi dengan mengakhiri perjalanan Commuter Line No. 1739 relasi Parung Panjang–Tanah Abang di Stasiun Sudimara. Kereta kemudian diberangkatkan kembali sebagai Commuter Line No. 1742D relasi Sudimara–Parung Panjang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jadilah pengguna yang tertib dengan mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pengguna lain selama menggunakan Commuter Line," tutup Leza.

KAI Commuter mengimbau seluruh pengguna agar mematuhi aturan keselamatan serta tidak melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun mengganggu operasional perjalanan kereta.

dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni

Isi Surat Wasiat dr. Icha Sebelum Meninggal, Akui Ingin Berkorban untuk Rekan Sejawat

Kasus meninggalnya dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau yang akrab disapa dr. Icha terus menyita perhatian masyarakat. Dokter berusia 28 tahun yang bertugas di NTT.

img_title

VIVA.co.id

28 Juni 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |