Jakarta, VIVA – Nama Jerome Polin kembali menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan kasus penipuan dalam bisnis kuliner yang ia jalankan bersama sang kakak, Jehian Sijabat. Keduanya dikabarkan mengalami kerugian fantastis hingga puluhan miliar rupiah akibat ulah oknum mitra bisnis yang dipercaya mengelola operasional perusahaan.
Kasus ini mencuat ke publik setelah akun X @Makaryo0 membagikan rangkuman kronologi kejadian. Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa Jerome dan Jehian menjadi korban dugaan penipuan oleh sosok yang disebut sebagai “sesepuh bisnis F&B” yang selama ini memegang kendali penuh atas operasional dan keuangan usaha minuman mereka, Menantea.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Laporan Keuangan yang Tampak Sehat
Pada tahap awal, bisnis berjalan lancar dan bahkan terlihat menguntungkan. Hal ini diperkuat oleh laporan keuangan rutin yang disampaikan oleh oknum tersebut dalam bentuk data spreadsheet.
"Si partner rutin kasih laporan keuangan dalam bentuk excel, dari data itu kondisi keuangan Menantea kelihatan profitable. Jerome enggak pernah beneran cek mutasi bank, dia percaya sama data di excel," tulis akun @Makaryo0, dikutip Senin 13 April 2026.
Kepercayaan penuh terhadap laporan tersebut membuat Jerome dan tim tidak melakukan verifikasi langsung terhadap arus kas di rekening perusahaan.
Saldo Rekening Mendadak Kosong
Masalah mulai terkuak pada tahun 2023. Saat itu, kondisi gerai diketahui masih ramai dan operasional berjalan normal, namun saldo rekening perusahaan justru dilaporkan kosong. Temuan ini memicu kecurigaan besar dari pihak manajemen.
Terbongkarnya Dugaan Penyelewengan Dana
Setelah dilakukan penelusuran internal, ditemukan indikasi bahwa dana dari penjualan franchise serta keuntungan operasional diduga telah dialihkan ke rekening pribadi oknum tersebut sejak awal berdirinya bisnis. Total dana yang diduga diselewengkan mencapai Rp38 miliar, angka yang mengejutkan banyak pihak.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Melalui Instagram Story di hari yang sama, Jerome pun akhirnya angkat bicara dan membenarkan adanya penggelapan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa dirinya dan sang kakak harus mengeluarkan dana pribadi dalam jumlah besar untuk menyelamatkan operasional bisnis.
"Sebenarnya, hasil audit Menantea udah keluar. Dan udah ketahuan berapa uang yang ditilep, angkanya hampir Rp10 M. Dan itu jumlah yang aku dan bang Jehian keluarin untuk nyelamatin Menantea, untuk cover semua biaya operasional, gaji, bahan baku, ganti rugi, dll," kata Jerome Polin.
Halaman Selanjutnya
Meski mengalami kerugian besar, Jerome mengaku belum mengambil langkah hukum. Ia mempertimbangkan biaya audit forensik yang sangat tinggi, mencapai Rp500 juta, serta proses hukum yang panjang.

2 weeks ago
14



























