Jakarta, VIVA – Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan yang menyeret nama Taufik Hidayat terus memunculkan cerita baru. Setelah sebelumnya ramai soal adanya pesanan kulkas yang dikirim ke alamat tersangka, kini kurir yang mengantarkan barang tersebut akhirnya memberikan penjelasan langsung mengenai apa yang sebenarnya terjadi.
Klarifikasi itu disampaikan saat kurir tersebut berbincang dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Dalam percakapan itu, terungkap bahwa pesanan kulkas berstatus cash on delivery (COD) itu diduga bukan dibuat oleh Taufik Hidayat, melainkan kemungkinan dilakukan oleh pihak yang memanfaatkan identitas dan alamat tersangka yang telah tersebar luas di media sosial.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia menjelaskan dirinya hanya menjalankan tugas sebagai kurir ekspedisi. Ia menerima paket kulkas dari gudang untuk kemudian diantar ke alamat penerima yang tertera dalam resi.
"Saya ditugasin sama ekspedisi untuk ngantar barang. Jenisnya kulkas satu pintu. Atas nama Taufik Hidayat, alamatnya Desa Ciaro," ujarnya yang dikutip dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel pada Senin, 29 Juni 2026.
Menurut sang kurir, barang tersebut baru sampai untuk diantar sehari setelah Taufik Hidayat diamankan polisi. Hal itu membuat banyak orang mengira pesanan tersebut benar-benar dibuat oleh tersangka.
Namun, ia menduga kondisi sebenarnya berbeda. Pasalnya, identitas Taufik saat itu sudah banyak beredar di media sosial sehingga sangat mungkin ada pihak yang sengaja membuat pesanan palsu menggunakan nama tersebut.
"Kayaknya KTP-nya itu tersebar. Kayaknya itu fake order orang yang enggak bertanggung jawab. Bisa jadi bukan Taufik yang pesan," katanya.
Dugaan itu semakin menguat setelah keesokan harinya muncul lagi pesanan lain menggunakan nama yang sama.
"Besoknya lagi ada lagi nama yang sama itu mesin cuci, bukan kulkas," ungkapnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Saat tiba di lokasi, ia mengaku tidak langsung menyerahkan barang. Ia lebih dulu bertanya kepada warga sekitar untuk memastikan alamat penerima. Namun rumah yang dituju dalam keadaan sepi sehingga kulkas tidak pernah diterima siapa pun.
"Sempat nanyain dulu ke tetangga-tetangganya, cuma enggak diantarkan karena di rumah enggak ada orang," jelasnya.
Halaman Selanjutnya
Karena tidak ada penerima, kulkas akhirnya dikembalikan ke gudang ekspedisi untuk kemudian diretur kepada penjual.

2 weeks ago
5











