"Lalaki Gering!" Sindiran Pedas Rossa Buat Lagu Bupati Purwakarta Bikin Heboh

1 week ago 4

Kamis, 2 Juli 2026 - 13:32 WIB

Purwakarta, VIVA – Kontroversi lagu Lalaki Langit, Lalanang Bejat ciptaan Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein, terus bergulir dan menjadi sorotan publik. Perdebatan yang semula ramai di media sosial kini meluas setelah sejumlah musisi ternama Indonesia ikut menyampaikan tanggapan mereka terhadap isi lagu berbahasa Sunda tersebut.

Lagu yang awalnya diperkenalkan sebagai bentuk ekspresi rasa syukur itu justru menuai kritik karena sebagian liriknya dianggap mengandung stereotip terhadap perempuan. Beberapa bagian dinilai menyinggung persoalan biologis dan kesehatan reproduksi perempuan dengan cara yang dianggap tidak sensitif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gelombang kritik semakin besar setelah Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya, mengunggah pandangannya melalui akun Instagram pribadi. Unggahan tersebut kemudian dibanjiri komentar dari masyarakat, termasuk para musisi Tanah Air.

Salah satu komentar yang paling menyita perhatian datang dari penyanyi papan atas Rossa. Pelantun lagu Pudar itu menyampaikan sindiran singkat yang langsung ramai diperbincangkan pengguna media sosial.

"Judulna lalaki langit. Penyanyi: Lalaki Gering. Kitu ie teh? (Judulnya Lelaki Langit. Penyanyi: Lelaki Sakit. Gitu maksudnya?)" tulis Rossa di kolom komentar Instagram, dikutip Kamis 2 Juli 2026.

Komentar bernada satir tersebut dengan cepat menjadi viral. Lebih dari 4 ribu tanda suka di Instagram dan memancing ratusan balasan dari netizen yang turut menyuarakan pendapat mereka mengenai polemik lagu tersebut.

Tak hanya Rossa, Risa Sarasvati juga menunjukkan reaksinya terhadap kontroversi tersebut. Berbeda dari Rossa yang menyampaikan kritik dalam bentuk kalimat, Risa memilih mengekspresikan pendapatnya melalui beberapa emoji marah di kolom komentar unggahan Atalia Praratya.

Diprotes Keras oleh Atalia Praratya

Atalia Praratya.

Photo :

  • Instagram @ataliapr

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sisi lain, Atalia Praratya menjadi salah satu tokoh yang paling lantang mengkritik isi lagu tersebut. Menurutnya, ia sudah berusaha memahami makna lagu dari berbagai sudut pandang, namun tetap tidak menemukan pesan yang dapat dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap perempuan.

"Jujur, saya tidak habis pikir. Sepositif apa pun saya mencoba memaknai lagu ini, saya tidak menemukan sedikit pun ruang untuk menganggap lirik ini sebagai bentuk penghormatan kepada perempuan," tulis Atalia Praratya di Instagram.

Halaman Selanjutnya

Atalia menilai polemik ini tidak semata-mata berkaitan dengan kebebasan berekspresi dalam berkarya. Baginya, pemilihan diksi dalam lagu tersebut justru bertolak belakang dengan nilai luhur yang selama ini dijunjung dalam budaya Sunda.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |