Mahasiswa Didorong Utamakan Kompetensi dan Sertifikasi Profesi di Dunia Kerja

2 weeks ago 5

Rabu, 27 Mei 2026 - 15:30 WIB

Jakarta, VIVADunia kerja yang semakin kompetitif dan dinamis mendorong perubahan paradigma dalam pendidikan tinggi. Mahasiswa kini dinilai tidak cukup hanya mengandalkan ijazah akademik, tetapi juga harus memiliki kompetensi nyata yang dibuktikan melalui sertifikasi profesi.

Hal tersebut mengemuka di tengah momentum wisuda semester genap yang digelar salah satu perguruan tinggi di Jakarta. Penyiapan kompetensi sejak dini dinilai penting untuk menjembatani kebutuhan industri sekaligus menekan angka pengangguran terdidik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rektor Budi Luhur University, Agus Setyo Budi mengatakan kesiapan menghadapi dunia kerja harus dirancang sejak awal perkuliahan, baik untuk sektor pemerintahan maupun swasta.

"Kita dari mulai semester awal itu sudah sosialisasi berdasarkan pada profesi apa setelah nanti lulus yang akan digeluti. Nah, itu artinya mereka memang sudah siap-siap untuk mengambil sertifikasi profesional melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP)," ujar Agus, dikutip Rabu, 27 Mei 2026.

Menurut dia, perubahan pola pikir mahasiswa menjadi faktor penting dalam proses pendidikan tinggi saat ini. Fokus kuliah, kata Agus, harus bergeser dari sekadar mengejar ijazah menjadi penguasaan keterampilan dan kompetensi tertentu.

"Karena password-nya mulai dari mereka mahasiswa baru itu bukan lagi sekadar kuliah cari ijazah, tapi kuliah untuk menguasai, untuk bisa apa," kata dia.

Dalam implementasinya, mahasiswa diarahkan mengikuti uji kompetensi yang relevan dengan profesi yang ingin mereka tekuni. Salah satunya mahasiswa di bidang ekonomi dan bisnis yang mengarah menjadi pialang saham akan difasilitasi untuk memperoleh sertifikasi resmi dari bursa efek melalui lembaga sertifikasi terkait.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika fasilitas pengujian belum tersedia di internal kampus, pihak universitas juga membuka kerja sama dengan pihak ketiga maupun lembaga otoritas industri guna mendukung proses sertifikasi profesi tersebut.

Integrasi antara kurikulum akademik berbasis minat atau build your own curriculum dengan sertifikasi profesi diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki bukti kompetensi nyata yang diakui dunia industri, baik di tingkat nasional maupun global.

Polusi Udara Jakarta Peringkat Kedua Dunia dengan Kualitas Udara Terburuk

Jakarta Jadi Kota Dengan Kualitas Udara Terburuk Pertama di Dunia Hari Ini

Kualitas udara di Jakarta pada Kamis pagi masuk kategori tak sehat dan menduduki peringkat pertama sebagai kota dengan udara terburuk di dunia, warga diminta pakai masker

img_title

VIVA.co.id

21 Mei 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |