VIVA – Marc Marquez membuat pengakuan yang cukup mengejutkan di tengah peluangnya menorehkan sejarah baru di MotoGP. Pembalap Ducati Lenovo itu mengisyaratkan bahwa mengejar gelar juara dunia ke-10 bukan lagi ambisi terbesar dalam hidupnya.
Padahal, jika mampu menjadi juara musim ini, Marquez akan menyamai rekor 10 gelar juara dunia milik legenda MotoGP, Valentino Rossi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun, pengalaman pahit dihantam cedera parah beberapa tahun lalu tampaknya telah mengubah cara pandang The Baby Alien terhadap dunia balap.
Dalam wawancara bersama DAZN, Marquez mengenang salah satu keputusan yang paling ia sesali sepanjang kariernya, yakni memaksakan diri kembali balapan hanya empat hari setelah mengalami kecelakaan hebat di MotoGP Spanyol 2020 di Sirkuit Jerez.
Keputusan itu ternyata menjadi awal dari penderitaan panjang yang harus dijalaninya.
Cedera serius pada lengan kanan memaksanya menjalani lima kali operasi. Selama bertahun-tahun, Marquez hidup dalam rasa sakit yang tak kunjung hilang hingga sempat kehilangan semangat untuk datang ke paddock.
"Ada masa ketika saya bahkan tidak ingin masuk ke paddock karena tempat itu selalu mengingatkan saya pada rasa sakit," ungkap Marquez seperti dikutip dari Motorsport.
Pembalap asal Spanyol itu mengakui, jika waktu bisa diputar kembali, ia akan memilih menjalani proses pemulihan dengan lebih sabar daripada terburu-buru mengejar comeback.
Penyesalan tersebut menjadi pelajaran terbesar dalam perjalanan kariernya.
Setelah melewati masa-masa sulit bersama Honda, Marquez akhirnya bangkit usai bergabung dengan Ducati. Kepindahan itu menjadi titik balik yang menghidupkan kembali kariernya.
Musim 2025 menjadi bukti kebangkitannya setelah berhasil merebut gelar juara dunia kesembilan.
Kini, peluang meraih gelar ke-10 kembali terbuka lebar. Namun, Marquez menegaskan bahwa angka tersebut bukan lagi sesuatu yang membuatnya terobsesi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Saya tentu akan sangat bangga jika bisa meraih gelar juara dunia ke-10. Tetapi, apakah saya pensiun dengan sembilan atau 10 gelar, itu tidak akan mengubah hidup saya," ujarnya.
"Yang paling saya inginkan sekarang adalah mengakhiri karier dengan tetap menikmati balapan. Saya tidak ingin pensiun karena merasa jenuh dengan MotoGP," lanjut pembalap berusia 33 tahun itu.
Halaman Selanjutnya
Ucapan Marquez tentu mengundang perhatian. Sebab, selama ini ia dikenal sebagai sosok yang selalu lapar akan kemenangan.

1 week ago
3











