Mau Ajukan Pinjol? Ini yang Dicek dari Kondisi Keuangan Anda

7 hours ago 1

Rabu, 8 April 2026 - 19:25 WIB

Jakarta, VIVA – Di tengah pertumbuhan layanan keuangan digital, akses terhadap pinjaman online (pinjol) menjadi semakin mudah bagi masyarakat. Namun, di balik kemudahan tersebut, terdapat proses penilaian yang dilakukan oleh penyedia layanan untuk memastikan pinjaman diberikan sesuai dengan kondisi keuangan pengguna.

Perusahaan fintech lending umumnya tidak hanya mempertimbangkan jumlah pinjaman yang diajukan, tetapi juga kemampuan pengguna dalam mengelola dan mengembalikan dana. Penilaian ini menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas pembiayaan serta mengurangi risiko gagal bayar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu aspek utama yang dinilai yakni skor kredit, yang dihitung berdasarkan riwayat transaksi dan pembayaran pengguna. Selain itu, penyedia layanan juga memperhitungkan tingkat pendapatan, beban pengeluaran, serta potensi risiko keuangan di masa depan. 

Melalui pendekatan tersebut, perusahaan dapat menyesuaikan jumlah pinjaman agar tidak melebihi kapasitas finansial pengguna. Salah satu perusahaan fintech yang populer, yakni Indodana Fintech, menyatakan bahwa proses penilaian dilakukan secara menyeluruh untuk menjaga keseimbangan antara akses pembiayaan dan perlindungan konsumen. 

Perusahaan yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tersebut menekankan pentingnya prinsip kehati-hatian dalam penyaluran dana. Belum lama ini, perusahaan juga meraih Most Trusted Financial Brands Awards 2026 dalam kategori Produk Digital Lending Platforms dari Investortrust.id dan Infovesta Utama. 

“Ini menjadi pengingat akan tanggung jawab besar yang kami emban sebagai institusi keuangan dalam menjaga kepercayaan masyarakat. Kami selalu memastikan bahwa fasilitas pendanaan yang diberikan tetap selaras dengan kemampuan finansial masing-masing individu,” ujar Ronny Wijaya, Direktur Utama Indodana Fintech, sebagaimana dikutip dari siaran pers, Rabu, 8 April 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, perusahaan juga menyebut bahwa pertumbuhan bisnis perlu didukung oleh sistem penilaian yang objektif. “Pertumbuhan yang sehat hanya dapat dicapai melalui sistem penilaian yang objektif dan penuh kehati-hatian, demi mewujudkan akses keuangan yang benar-benar memberdayakan masyarakat,” tambahnya.

Di samping penilaian kredit, penyedia layanan fintech juga mulai memperhatikan aspek literasi keuangan pengguna. Edukasi mengenai pengelolaan keuangan dinilai penting agar masyarakat dapat memahami risiko dan kewajiban sebelum mengajukan pinjaman.

Halaman Selanjutnya

Perusahaan menyebutkan bahwa upaya edukasi dilakukan melalui berbagai panduan yang ditujukan untuk membantu pengguna meningkatkan profil kredit dan mengelola keuangan secara mandiri. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya ekosistem keuangan yang lebih sehat dan transparan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |