Danantara Beli Saham Aplikasi Ojol Demi Turunkan Potongan Komisi Driver Jadi 8 Persen

2 hours ago 3

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:10 WIB

VIVA – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) sudah membeli saham sebagian aplikator ojek online (ojol). Pembelian sahan ini salah satunya bertujuan untuk menurunkan potongan komisi kepada pengendara ojol dari 10-20 persen menjadi delapan persen.

Dengan diambilnya sebagian saham sejumlah aplikator ojol oleh pemerintah, menurut dia, sistem hingga kebijakan aplikator itu akan disesuaikan secara perlahan dan pasti. Namun yang paling utama, dia mengatakan pemerintah akan berupaya menurunkan angka potongan komisi itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Paling pertama adalah kemudian menurunkan biaya yang diambil oleh aplikator. Tadinya 20 atau 10 persen ini sehingga aplikator hanya akan mengambil delapan persen dari yang dikumpulkan," kata Dasco saat menerima audiensi aliansi serikat buruh di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat 1 Mei 2026.

Sementara itu, untuk pembahasan status hubungan kerja bagi pengendara ojol dengan mitra, Dasco menyebut hal itu masih disimulasikan. Namun, dia memastikan organisasi-organisasi pengendara ojol akan dilibatkan dalam penentuan kebijakan itu.

"Organisasi-organisasi kawan-kawan ojol ini tetap akan diajak ngomong, akan diajak berembuk," kata dia.

Menurut dia, Presiden Prabowo Subianto sudah menyampaikan bila ada perusahaan-perusahaan yang mengalami kesulitan, maka akan dibantu atau bahkan diambil alih oleh pemerintah. Hal itu dilakukan agar para buruh tetap bisa bekerja dan memiliki tempat kerja.

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 untuk memangkas potongan pendapatan yang diambil perusahaan aplikator dari pengemudi ojek daring menjadi delapan persen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya katakan di sini, saya tidak setuju 10 persen, harus di bawah 10 persen," kata Presiden Prabowo dalam pidatonya pada peringatan Hari Buruh Internasional di Monumen Nasional, Jakarta, Jumat.

Presiden menegaskan bahwa kebijakan ini diambil untuk membela hak para pengemudi ojek daring (ojol) yang setiap hari bekerja keras dan mempertaruhkan nyawa di jalanan. Menurutnya, skema pembagian hasil yang selama ini berlaku masih belum memberikan keadilan bagi para pengemudi. (ANT)

Ilustrasi mitra driver Gojek.

Gojek Buka Suara Terkait Potongan Aplikator Maksimal 8 Persen

Menyusul dengan ditekennya Pepres Nomor 27 Tahun 2026 terkait potongan aplikator untuk ojol maksimal 8 persen. Pihak Gojek menyebut siap mengkaji kebijakan tersebut

img_title

VIVA.co.id

1 Mei 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |